Dongkrak Wisata dan Ekonomi NTB, ASDP Perkuat Konektivitas Kayangan–Pototano
Senin, 29 Sep 2025, 11:45 WIBLOMBOK â Lintasan KayanganâPototano di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menunjukkan perannya sebagai jalur vital penghubung Pulau Lombok dan Sumbawa. Jalur laut ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus pintu gerbang wisatawan menuju destinasi unggulan kedua pulau tersebut.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan pentingnya lintasan ini tidak hanya untuk transportasi, tetapi juga pengembangan pariwisata. Lombok dan Sumbawa memiliki potensi besar dengan destinasi kelas dunia. Untuk mewujudkannya, aksesibilitas menjadi kunci, dan ASDP berkomitmen menjaga konektivitas agar wisata terus tumbuh dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berkomitmen ASDP bukan sekadar mengoperasikan kapal. Kami percaya bahwa pariwisata hanya bisa maju dengan dukungan transportasi yang lancar, aman, dan terjangkau. Karena itu, ASDP terus memperkuat armada, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan sistem reservasi digital agar penyeberangan semakin mudah diakses masyarakat maupun wisatawan,â jelasnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Heru juga menegaskan kembali, keberadaan lintasan ini bukan hanya tentang transportasi.
âKayanganâPototano adalah jembatan laut yang menyatukan masyarakat, memperkuat pariwisata, sekaligus menggerakkan roda ekonomi. Inilah wujud kontribusi ASDP sebagai garda terdepan konektivitas Nusantara,â ujarnya menandaskan.
Pulau Lombok dikenal dengan ikon wisata Gunung Rinjani, Gili Trawangan, dan Pantai Senggigi, sementara Sumbawa menawarkan pesona Pantai Maluk dan Gunung Tambora. Akses penyeberangan KayanganâPototano menjadi jalur vital yang membuka peluang wisatawan untuk menjelajahi dua destinasi unggulan tersebut.
Selain sektor pariwisata, jalur ini juga menopang distribusi logistik. Komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai, hingga hasil laut bergerak melalui lintasan ini, memperkuat rantai pasok dan mendukung ketahanan pangan di NTB.
Data ASDP mencatat, periode JanuariâAgustus 2025, lintasan KayanganâPototano telah melayani 889.682 penumpang dan 252.973 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi dengan 117.643 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 72.412 unit. Angka ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap moda penyeberangan.
Sedangkan Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa perusahaan juga mendorong kawasan pelabuhan memiliki fungsi tambahan sebagai destinasi wisata.
âMelalui program waterfront destination, ASDP melakukan transformasi kawasan pelabuhan agar lebih modern dan terpadu, sehingga bisa menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan,â katanya.
Shelvy mencontohkan pengembangan kawasan Marina Labuan Bajo yang kini menjadi ikon pariwisata terpadu, terhubung dengan Hotel Meruorah Komodo, Plaza Marina, hingga Landmark Phinisi. Kawasan ini bahkan sukses menjadi tuan rumah ajang internasional seperti KTT ASEAN dan rangkaian G20 Side Events.
Dengan konsep serupa, pengembangan waterfront di Kayangan diharapkan mampu menambah daya tarik kawasan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Ke depan, ASDP menargetkan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai terminal penyeberangan, tetapi juga sebagai magnet wisata baru.
Dalam operasionalnya, ASDP terus menekankan aspek keselamatan. Jadwal keberangkatan yang teratur, prosedur keselamatan yang ketat, serta kesiapan kru kapal menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan yang andal.
Informasi Layanan
Jumlah kapal beroperasi: 2 unit (KMP Belida dan KMP Raja Enggano)
Jarak tempuh: ±12 mil laut
Durasi pelayaran: ±2 jam
Jadwal keberangkatan: tersedia 24 jam dengan frekuensi reguler setiap hari
Tarif penyeberangan
Pejalan kaki dewasa Rp18.800, bayi Rp5.200
Golongan I : Rp 32.000
Golongan II : Rp 75.000
Golongan III : Rp 130.000
Golongan IV
- Kendaraan Penumpang : Rp 563.000
- Kendaraan Barang : Rp 502.000
Golongan V
- Kendaraan Bus : Rp 893.000
- Kendaraan Barang : Rp 760.000
Golongan VI
- Kendaraan Bus : Rp 1.307.000
- Kendaraan Barang : Rp 1.223.000
Golongan VII : Rp 1.869.000
Golongan VIII : Rp 2.153.000
Golongan IX : Rp 2.265.000
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pemprov Jakarta Akan Menyelenggara Open House Akbar di Monas
-
Akademisi Undana: Pembatasan Medsos Anak Harus Diimbangi Literasi Digital
-
Intelijen Russia Perintahkan Pengusiran Diplomat Inggris, London Menolak
-
Pemerintah Genjot Dinas Ekraf di Daerah, Target Perluas Akses Pelaku Usaha Kreatif
-
Pemkab Natuna Padamkan Kebakaran Lahan 3 Hektare
-
Cara Cek CCTV Jalan Tol Lewat Aplikasi Travoy untuk Mudik Lebaran 2026
-
Seleksi Nasional Timnas U18 untuk Asia Cup 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.