Gubernur Sulteng Sebut Kemiskinan Jadi Tantangan Pembangunan di Daerahnya
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 08:47 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengatakan bahwa kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan pembangunan daerah yang harus dituntaskan melalui kolaborasi secara kolektif.
"Tantangan pembangunan daerah bukan hanya pada infrastruktur, melainkan masih tingginya angka kemiskinan," kata Anwar Hafid di Palu, Minggu (28/9).
Ia mengemukakan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Sulteng saat ini mencapai 11 persen, atau sekitar 310 ribu jiwa dengan lebih dari 80 ribu rumah tangga miskin.
Menurut dia, setiap terjadi sentimen negatif (kenaikan) terhadap inflasi yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat miskin, maka menjaga stabilitas inflasi dibutuhkan kerja sama yang baik dari semua pemangku kepentingan di daerah ini.
"Kabupaten dengan program unggulan-nya perlu memprioritaskan pengentasan kemiskinan, dikolaborasikan dengan program pemerintah pusat," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan, Sulteng saat ini berada di peringkat empat inflasi tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 4,0 persen, yang mana komoditas penyumbang inflasi terbesar yakni beras, padahal secara produksi daerah ini mengalami surplus di angka 131.881 ton hingga September 2025.
“Secara teknis pangan kita cukup, tapi distribusi-nya tidak merata. Harga di pasar tetap tinggi karena sistem distribusi belum terintegrasi dan belum efisien,” ucap Anwar.
Guna mengembalikan kestabilan angka inflasi, maka gubernur menekankan pentingnya program Satu Harga untuk Sulawesi Tengah yang menjadi bagian dari misi pembangunan BERANI Sejahtera.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami yakni program Satu Harga Sulawesi Tengah dapat menjaga daya beli masyarakat, menekan kemiskinan, dan memperkuat stabilitas ekonomi daerah," kata dia.
Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota di provinsi itu bergerak bersama membangun regulasi dan sistem distribusi pangan yang adil dan merata, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Sulteng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!