Festival Layangan Akan Dijadikan Kalender Tahunan di Donggala
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 19:38 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
DONGGALA – Meski sebenarnya layangan adalah mainan anak-anak, kini telah bertransformasi menjadi sebuah festival di banyak daerah, termasuk Donggala. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah akan mengusulkan Festival Layangan untuk ditetapkan dalam kalender kegiatan tahunan di wilayah tersebut.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan bahwa penetapan kalender kegiatan tahunan di kabupaten itu sebagai langkah promosi terhadap wisata daerah. "Jadi kita akan menetapkan setiap event serupa ke dalam kalender event tahunan, termasuk bulan depan ada Festival Senja," kata dia setelah menutup kegiatan Festival Layangan di Banawa, Minggu.
Ia mengharapkan pada masa mendatang Festival Layangan dapat mengangkat nama Kabupaten Donggala ke tingkat nasional melalui olahraga, pariwisata, dan budaya. "Tentunya festival ini tidak hanya sekadar permainan melainkan sebagai karya seni ajang kreativitas dan sarana memperkuat persaudaraan serta nilai kebersamaan," ucapnya.
Ia mengatakan pelaksanaan festival kali ini langkah awal dari promosi budaya, olahraga, dan pariwisata. "Kepada masyarakat teruslah berkarya, mempertahankan prestasi, dan menjadikan kemenangan pada setiap festival sebagai motivasi," ucapnya.
Pihaknya juga akan meningkatkan pelaksanaan festival itu secara berkelanjutan berbasis partisipasi warga maupun komunitas, sehingga bisa memberikan dampak kepada UMKM dan kreativitas masyarakat setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Harapannya Donggala Layangan Festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan, meningkatkan daya saing pariwisata daerah, termasuk memperkuat identitas budaya dan kreativitas masyarakat Donggala," katanya. Sebanyak 16 tim berasal dari berbagai wilayah, seperti Kota Palu, Makassar, Manado, Gorontalo, Jakarta, Bandung, Situbondo, Bontang, dan Balikpapan mengikuti festival tersebut.
Pemenang juara pertama berasal dari Kota Palu, yakni Harso, dengan membawa pulang hadiah Rp50 juta untuk kategori layangan aduan, pemenang lomba layangan tradisional, Tuming, warga Maleni, Donggala dengan hadiah senilai Rp15 juta, sedangkan kategori layangan kreasi berhasil disabet Agustika dengan membawa hadiah uang Rp15 juta.
Terkait Banjir
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, terkait banjir Donggala, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 258 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah sudah dalam pendampingan tim petugas gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa banjir tersebut melanda Desa Tibo dan Desa Kaliburu di Kecamatan Sindue Tombusa Bora, setelah hujan berintensitas lebat turun sejak Senin (22/9) hingga aliran sungai setempat meluap dan tak terbendung saluran air. “Dan 66 unit rumah mengalami kerusakan,” kata dia.
BNPB memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan warga terdampak kini mulai melakukan pembersihan material lumpur dan sisa banjir di permukiman. Tim gabungan termasuk petugas reaksi cepat BPBD Donggala sudah berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabanjir.
“Tim melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi, terutama bantuan darurat yang diperlukan pascabanjir,” ujarnya, seraya menambahkan imbauan warga agar selalu mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan tepat sasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!