Capital Outflow Mengalir Deras, Pasar Keuangan RI Kehilangan Rp2,71 Triliun di Pekan Keempat September
📅 Minggu, 28 Sep 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Aliran modal asing yang keluar bersih dari pasar keuangan domestik menunjukkan sentimen investor global masih rapuh terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik. Capital outflow ini bisa menekan nilai tukar, memicu volatilitas pasar, serta mengurangi likuiditas.
Fenomena capital outflow ini menandakan perlunya strategi stabilisasi, baik lewat kebijakan moneter yang kredibel maupun penguatan fundamental ekonomi, agar pasar keuangan tetap atraktif bagi investor asing maupun domestik.
Bank Indonesia (BI) mencatat capital outflow sebesar Rp2,71 triliun pada pekan keempat bulan ini yakni periode transaksi 22-25 September 2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan di Jakarta, Jumat (26/9), merinci bahwa terdapat modal asing keluar bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp2,16 triliun dan Rp5,06 triliun.
Namun, terdapat modal asing masuk bersih di pasar saham sebesar Rp4,51 triliun. Dengan demikian, modal asing keluar bersih menjadi sebesar Rp2,71 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak awal tahun ini hingga 25 September 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp51,34 triliun dan Rp128,85 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp36,25 triliun.
Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat naik dari 69,59 basis poin (bps) per 19 September 2025 menjadi 83,18 bps per 25 September 2025.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah di level Rp16.750 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/9), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (18/9) yang berada di level Rp16.735 per dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat ke level 98,55 pada akhir perdagangan Kamis (25/9).
DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat naik ke level 6,43 persen pada Jumat (26/9) pagi, dari sebelumnya 6,40 persen pada akhir perdagangan Kamis (25/9).
Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,170 persen pada akhir perdagangan Kamis (25/9).
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!