Perubahan Pasar Modal! Wacana Aturan Free Float 10 Persen: Pengamat Ingatkan Jangan Abaikan Suara Emiten
Kamis, 25 Sep 2025, 16:05 WIBJAKARTA â Wacana menaikkan aturan minimum free float saham menjadi 10 persen sebenarnya menarik. Di satu sisi, tujuannya jelas: mendorong likuiditas pasar, membuat perdagangan saham lebih hidup, dan memberi peluang lebih besar bagi investor publik. Dengan free float yang terlalu kecil, saham bisa jadi âkurang lakuâ karena peredarannya terbatas di pasar.
Tapi, dari sisi emiten, kebijakan ini bisa jadi tantangan. Perusahaan yang selama ini nyaman dengan struktur kepemilikan tertutup mau tak mau harus melepas sebagian sahamnya. Artinya, ada potensi resistensi, terutama dari pemilik mayoritas yang takut kendali berkurang.
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan setiap perubahan peraturan di pasar modal Indonesia membutuhkan pertimbangan dari perusahaan tercatat (emiten), termasuk wacana perubahan terkait minimum free float (saham yang dimiliki publik) menjadi 10 persen.
Menurutnya, tidak semua emiten siap untuk melepas sahamnya demi memenuhi kebutuhan minimum free float terbaru yang akan ditentukan oleh regulator.
âTidak semua emiten siap untuk melepas sahamnya untuk memenuhi kebutuhan minimal free float baru yang akan ditentukan, maka akan mengakibatkan potensi kejatuhan harga di beberapa emiten yang sedang mengurangi porsi sahamnya untuk menjadi saham publik,â ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Kamis (25/9).
Di sisi lain, Reydi tidak memungkiri kenaikan minimum free float dapat meningkatkan likuiditas di pasar modal Indonesia, seiring dengan meningkatnya saham yang diperdagangkan di publik.
Selain itu, lanjutnya, kenaikan minimum free float juga dapat menarik investor asing yang mencari likuiditas pasar yang tinggi.
âWacana untuk menaikkan batas free float ke 10 persen dapat meningkatkan likuiditas di pasar karena lebih banyak yang diperdagangkan di publik, dan memancing investor asing yang mencari likuiditas pasar yang tinggi,â ujar Reydi
Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempertimbangkan untuk menaikkan minimum free float dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 10 persen di pasar modal Indonesia.
âFree float akan kami atur minimal 10 persen, tetapi kami juga akan mempertimbangkan kapitalisasi pasar,â ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi saat Rapat Kerja dengan DPR RI.
Free float merupakan jumlah saham suatu perusahaan yang diperdagangkan secara bebas kepada publik/ masyarakat di pasar modal, tidak termasuk jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham mayoritas, komisaris, atau direksi.
- Pasar Modal
- Emiten
- Free Float 10 Persen
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Calon Gubernur BI Akan Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa
-
Iran: Kapal Tanker Minyak Terbakar Usai Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Pramono Janji Permudah Urus Izin Pembangunan Tempat Ibadah, Serius?
-
JSD Blok M Festival 2026 Sulap Tren Fashion Jadi Peluang Cuan
-
Dokter dari Shanghai Berhasil Operasi Tumor Paru-paru dari Jarak 5.000 Kilometer, Selesai dalam Satu Jam
-
Yogyakarta Jadi yang Terbaik! Rasio Ketersediaan Darah Tertinggi di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.