Pertamina Genjot Produksi BBM dari 6 Kilang, Pasokan Nasional Kian Aman

Kamis, 25 Sep 2025, 18:52 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap aman dengan mengoptimalkan produksi enam kilang yang tersebar di Indonesia. Dari Dumai (Sumatera) hingga Kasim (Papua), kilang Pertamina kini mampu memenuhi 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, bahkan solar dan avtur telah sepenuhnya dipasok dari produksi nasional.

“Wujud komitmen atas ketahanan energi, Pertamina terus meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional, agar pasokan BBM dan LPG aman,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Logo Pertamina. — Sumber: ANTARA/HO

Fadjar mengungkapkan, saat ini enam kilang yang dikelola Subholding Refinery & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional telah memenuhi 70 persen kebutuhan BBM dari produksi dalam negeri.

Bahkan, lanjut dia, Pertamina telah mampu menyediakan 100 persen pasokan Avtur sebagai bahan bakar pesawat terbang, dan solar (diesel) dari produksi kilang dalam negeri.

Saat ini, kapasitas produksi enam kilang existing mencapai 1.05 juta barel per hari. Diharapkan, produksi akan meningkat signifikan menjadi 1,4 juta barel per hari sejalan dengan penyelesaian Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Balikpapan.

Untuk mendukung produksi kilang, tambah Fadjar, Pertamina juga terus menggenjot lifting migas.

Hingga tahun 2024, Subholding Hulu Pertamina berhasil menembus produksi 1 juta barel setara minyak per hari, yang berkontribusi setara 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional.

Produksi migas tersebut menjadi bahan baku kilang Pertamina.

“Pertamina menjadi perusahaan energi terintegrasi dari hulu migas, mengolah produksi hulu menjadi energi, hingga penyaluran energi ke konsumen. Langkah ini dilakukan melalui berbagai fasilitas dan moda transportasi, sehingga energi dapat tiba di ‘pintu depan’ konsumen,” kata Fadjar.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan kargo base fuel tiba di Jakarta hari ini (24/9), yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan badan usaha (BU) swasta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), seperti Shell dan bp.

“Pertamina Patra Niaga menawarkan mekanisme penyediaan pasokan dengan menggunakan prosedur yang ada. Harapan kami, BU swasta dapat berkolaborasi dengan niat baik, sambil tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pertemuan dengan BU swasta telah digelar dua kali, yakni Jumat (19/9) dan Selasa (23/9). Dalam pertemuan pertama, tutur Roberth, BU swasta menyatakan kesediaannya untuk membeli produk BBM berbasis base fuel yang belum dicampur aditif dan pewarna.

  • pertamina
  • kelangkaan bbm
  • kilang minyak
  • produksi bbm

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.