Menko Pangan Apresiasi Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk
Kamis, 06 Nov 2025, 14:50 WIBBONDOWOSO - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi penurunan harga pupuk bersubsidi yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai langkah tersebut telah memudahkan petani memperoleh pupuk dengan harga terjangkau dan pasokan yang memadai.
Apresiasi itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau kios UD Jaya Mandiri di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (5/11). Sebelumnya, ia juga mengunjungi kios di Jombang dan Kulon Progo, memantau penerapan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
"Semua pupuk bersubsidi melalui Pupuk Indonesia didiskon 20 persen. Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pupuk Indonesia," ujar Menko Zulhas.
Menko Zulhas juga menanyakan langsung kepada petani terkait ketersediaan pupuk di kios tersebut. Para petani menjawab bahwa pupuk sudah tersedia sebelum masa tanam dan kini bisa diperoleh lebih cepat.
Menurut Zulkifli, pendistribusian pupuk yang tepat waktu berdampak positif terhadap peningkatan hasil pertanian. Ia mengatakan produktivitas yang meningkat juga mendorong kenaikan pendapatan petani di berbagai wilayah.
"Kalau produksinya naik pendapatan petani juga naik. Apalagi saat ini harga gabah juga naik menjadi Rp6.500 per kilogram, bahkan ada yang lebih. Dulu Rp6.000 kilogram ke bawah," ujar Menko Zulhas.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi sangat berpihak pada petani. Ia menyebut kebijakan tersebut juga mendorong efisiensi distribusi dan meningkatkan transparansi tata kelola pupuk nasional.
âKami berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah kepada Pupuk Indonesia untuk mengimplementasikan kebijakan ini di lapangan. Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan pasokan yang terjamin, kami ingin mendukung peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan,â ujar Rahmad Pribadi.
Rahmad menegaskan Pupuk Indonesia berkomitmen menegakkan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sesuai regulasi. Ia memastikan penindakan tegas terhadap kios yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, menambahkan stok pupuk bersubsidi di Jawa Timur mencapai 157.334 ton. Jumlah itu merupakan catatan per 3 November 2025, setara 147 persen dari ketentuan minimum pemerintah sebesar 107.093 ton.
Wono mengatakan, kebijakan baru pemerintah pada 2025 mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Penyaluran di Jawa Timur telah mencapai 1.554.750 ton atau 75,7 persen dari total alokasi 2.053.650 ton.
Untuk Bondowoso, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Hingga awal November 2025, penyalurannya telah mencapai 46.928 ton atau 82,8 persen dari total alokasi 55.882 ton. ils/I-1
- Harga Pupuk
- Menko Pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Prabowo: Ini Pertama Kali dalam Sejarah Bangsa Indonesia
-
Berita Transfer Liverpool: Kepindahan Federico Chiesa Tersendat, Harga Tinggi dan Gaji Fantastis Jadi Penghalang
-
Banjir Sebabkan Jalan Tol Jakarta-Tangerang Macet Panjang
-
12 Trainset KRL Buatan INKA Tiba di Jakarta Juni 2026, Siap Layani Rute Cikarang-Bogor
-
BMKG Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Empat Kabupaten di Babel
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United: Ujian Berat Juku Eja di Akhir Putaran Pertama
-
BTN Mulai Pembangunan JPO Akses JIS–Ancol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.