Pemkab Bogor Cegah Keracunan MBG dengan Perkuat Standar Keamanan Pangan
📅 Kamis, 25 Sep 2025, 20:11 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Pemkab Bogor
KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperketat pengawasan standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah demi mencegah risiko keracunan sekaligus memastikan makanan yang disajikan aman dan bergizi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty di Cibinong, Kamis (24/9), mengatakan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama 101 Puskesmas yang menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten di lapangan. Setiap Puskesmas ditugaskan memantau kualitas menu MBG secara berkesinambungan.
“Kami mengawasi mulai dari kandungan energi, protein, vitamin, mineral, hingga masa kedaluwarsa, penyimpanan, dan distribusi bahan makanan,” kata Fusia.
Selain aspek gizi, Dinas Kesehatan juga melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), termasuk pengecekan kualitas air, fasilitas dapur, higienitas, dan sanitasi pangan. Sekolah serta penyedia makanan mendapat pembinaan agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
“Pemkab Bogor juga memberikan pelatihan keamanan pangan siap saji kepada penjamah makanan dan penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guru dan kader UKS dibekali keterampilan untuk melakukan pemantauan gizi sederhana, mengenali gejala alergi atau keracunan, serta memberikan pertolongan pertama. Pemkab pun telah menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) penanganan cepat bila ditemukan makanan bermasalah.
Menurut Fusia, penggunaan pangan lokal juga terus digalakkan agar program MBG berkelanjutan. Di samping itu, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ditekankan karena berdampak besar terhadap pencegahan penyakit.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada laporan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di sekolah. Namun, Pemkab Bogor tetap memperketat pengawasan dengan menekankan langkah preventif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami lebih menekankan pada upaya pencegahan. Jika terjadi sesuatu, Puskesmas akan menjadi garda terdepan untuk penanganan awal sebelum ada rujukan ke rumah sakit,” pungkasnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!