Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Bunda! Ketika Anak Keracunan Risiko Komplikasi Dehidrasi Lebih Besar

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 21:31 WIB | Oleh:
Hati-hati Bunda! Ketika Anak Keracunan Risiko Komplikasi Dehidrasi Lebih Besar Doc: ANTARA/Arif Firmansyah
Ket. Sejumlah siswa menikmati bekal makan yang dibawa dari rumah di SDN Kedung Jaya 1, Kota Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA - Dokter spesialis anak subspesialis Emergensi dan Terapi Intensif Anak konsutas dari Universitas Indonesia dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.E.Τ.Ι.Α(Κ) mengatakan pasien anak memiliki risiko terjadi komplikasi dehidrasi lebih besar dibandingkan usia dewasa pada saat mengalami keracunan.

“Bisa mengalami gangguan sirkulasi atau shock, bisa mengalami gangguan elektrolit, bisa mengalami komplikasi-komplikasi lainnya,” kata Yogi dalam diskusi yang diikuti secara daring, Kamis (25/9).

Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia itu mengatakan gejala secara umum dialami semua usia yang mengalami kontaminasi racun dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi seperti rasa mual, muntah, dehidrasi hingga diare.

Dia mengatakan sebagian besar kasus keracunan makanan tidak mematikan namun beberapa kasus diperlukan rawat inap.

Biasanya gejala keracunan akan muncul dalam beberapa jam hingga sehari sampai dua hari setelah konsumsi makanan yang tercemar.

Namun pada anak-anak, gejala keracunan terutama dehidrasi bisa berakibat fatal karena lebih berisiko menimbulkan komplikasi lanjutan di antaranya gangguan ginjal, peradangan sendi, gangguan pada otak dan saraf.

Sehingga semakin kecil usia anak maka harus lebih berhati-hati dalam menangani penyakit dan memantau asupan yang dikonsumsi anak.

“Kita juga penting untuk mengedukasi orang tua, guru, bahkan anak-anak kita kalau sampai sesudah mengonsumsi makanan-minuman kemudian mengalami gejala-gejala keracunannya itu cukup parah maka harus segera ke dokter,” katanya.

Yogi mengingatkan untuk memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi dengan melihat kondisi kemasan tidak normal, warna makanan yang sudah berubah tidak biasa, ada bau busuk atau asam, tekstur melunak atau berlendir, dan juga rasa yang menandakan sudah tidak layak konsumsi.

Tidak lupa juga untuk selalu mencuci tangan setelah beraktivitas, menjaga kebersihan alat masak untuk mencegah kontaminasi silang, dan memperhatikan penyimpanan makanan di suhu yang tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Pembangunan Bendungan Jenelata

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Nasional
Perkuat Penjangkauan SR dan...
Daerah
Percepatan Pemulihan Irigas...
Olahraga
Gagal Finis di GP Bahrain, ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.