Degradasi Ekosistem Pesisir Global Terus Berlanjut

Kamis, 25 Sep 2025, 21:10 WIB

Nanjing - Ekosistem pesisir di seluruh dunia mengalami berbagai tingkat degradasi dalam setengah abad terakhir, menurut Laporan Status Ekosistem Pesisir Global (Global Coastal Ecosystem Status Report) yang dirilis pada Rabu (24/9), dalam acara Forum Pesisir Dunia (World Coastal Forum) 2025 di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur.

Padang lamun, terumbu karang, terumbu moluska, dan hutan rumput laut kelp mengalami degradasi terbesar, dengan tingkat degradasi bersih tahunan rata-rata melampaui 1 persen, menurut laporan tersebut.

Ket. Foto: Anggota staf berpatroli di Cagar Alam Nasional Lahan Basah dan Burung Langka Jiangsu Yancheng di Yancheng, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara

Hal itu mengindikasikan bahwa akibat degradasi ekosistem pesisir, jumlah populasi komunitas biologis yang bergantung pada ekosistem ini mengalami penurunan. Lebih dari 10 persen spesies di sebagian besar kelompok terancam, dengan burung laut, invertebrata laut, dan penyu menghadapi tingkat ancaman di atas 30 persen.

Shi Suixiang, direktur Layanan Data dan Informasi Kelautan Nasional (National Marine Data and Information Service) Tiongkok, yang menyusun laporan tersebut bekerja sama dengan Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN), mengatakan studi tersebut merupakan penilaian sistematis pertama terhadap distribusi, tren, dan faktor-faktor utama yang memengaruhi 13 tipe ekosistem pesisir secara global.

Urbanisasi pesisir, pemanasan dan pengasaman air laut akibat perubahan iklim, serta pengembangan sumber daya perikanan, mineral, dan energi menjadi faktor-faktor utama yang menyebabkan degradasi ekosistem pesisir, menurut laporan itu.

Laporan ini merupakan penilaian sistematis pertama di dunia terhadap status ekosistem pesisir.

Degradasi ini menyebabkan populasi komunitas biologis yang bergantung pada ekosistem tersebut menurun drastis. Laporan ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 10 persen spesies di sebagian besar kelompok terancam punah.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut diadakan di Yancheng, Provinsi Jiangsu. Mengusung tema "Pesisir yang Indah: Prioritas Ekologi dan Pembangunan Hijau" (Beautiful Coasts: Ecological Priority and Green Development), forum tahun ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jiangsu, Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, dan Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional Tiongkok.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.