ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Perkuat UMKM dan Dukung Program Kota Parfum

Kamis, 23 Apr 2026, 19:45 WIB

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menandatangani Nota Kesepakatan hari ini (23/04) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Kerja sama ini menandai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan mendukung penerapan Program Kota Parfum Banda Aceh yang berbasis komoditas unggulan nilam.

Aceh memang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak nilam terbaik di dunia. Nilam sebagai tanaman aromatik itu telah tumbuh selama berabad-abad di perbukitan Aceh dan kini menjadi salah satu bahan kunci dalam industri parfum dunia.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari dukungan ILO sebagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terfokus pada isu ketenakerjaan melalui Proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact).

Proyek, yang didanai oleh Pemerintah Swiss ini berupaya mendorong inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di sektor-sektor prioritas melalui pendekatan rantai nilai.

Banda Aceh dipilih sebagai lokasi strategis program kolaboratif ILO bersama Pemerintah Kota Banda Aceh, mengingat kota ini dikenal dengan potensi nilamnya yang besar dan strategis. Potensi ini sangat berperan dalam mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah melalui inisiatif Kota Parfum.

Program kolaboratif ini difokuskan pada penguatan rantai nilai nilam dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk turunan bernilai tambah, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas. Upaya ini sekaligus menjawab tantangan utama yang dihadapi UMKM seperti keterbatasan pembiayaan, akses pasar serta kapasitas usaha dan digitalisasi.

Selanjutnya, program kolaboratif ini mencakup tiga fokus utama:

Ket. Foto: Penandatanganan MoU ILO dengan Pemerintah Kota Banda Aceh Dukung UMKM dan Program Kota Parfum. — Sumber: ILO

1) Peningkatan kapasitas dan keterampilan UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen bisnis, pengembangan produk dan standar kualitas;

2) Pengembangan produk turunan nilam dan perluasan akses pasar, baik domestik maupun internasional; serta

3) Penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, yang melibatkan pemerintah daerah, UMKM, akademisi dan sektor swasta.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah konkret untuk mewujudkan visi Banda Aceh sebagai Kota Parfum yang berdaya saing global. “Banda Aceh memiliki semua bahan untuk menjadi kota parfum berkelas dunia. Kolaborasi dengan ILO merupakan sebuah langkah nyata untuk mempersiapkan ekosistem yang tepat dala mewujudkan visi tersebut,” ujar Wali Kota Illiza.

Sementara Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menegaskan dukukingan ILO dalam memperkuat UMKM secara berkelanjutan di Banda Aceh. “Kolaborasi ini memastikan UMKM, termasuk pelaku usaha nilam, di kota ini memiliki akses yang lebih besar dan baik terhadap pembiayaan, pasar dan peningkatan kapasitas.

Ini semakin memperkuat upaya kami dalam membangun ekosistem rantai nilai yang inklusif, produktif dan mampu menciptakan lapangan kerja yang layak,” kata Simrin.

Kolaborasi ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pelaku UMKM setempat, memperluas peluang ekonomi, serta menjadikan Banda Aceh sebagai model pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan dan inklusif.

  • Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.