BGN Minta SPPG Perbaiki Pola Masak
📅 Kamis, 25 Sep 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim PenulisDia mengatakan gejala dialami para siswa, antara lain mual, sesak napas, pusing, lemas, dan kejang. “Paling tidak ada Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Dustira, Rumah Sakit Otista, Rumah Sakit Sartikasih, Cahaya Kawaluyan, Parahyangan, termasuk RS Al-Islam. Jadi untuk rumah sakit tidak kekurangan, tempat tidurnya juga kami siapkan maksimal,” kata Herman.
Data sementara berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, total kasus keracunan MBG di Cipongkor hingga Rabu sore, mencapai 911 pelajar. Jumlah itu akumulasi dari dua kejadian, yakni pada Senin (22/9) yang menimpa 411 orang serta peristiwa terbaru pada Rabu ini dengan 500 anak.
Terpisah, Komite III DPD RI menyarankan pemerintah melalui BGN melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap vendor pelaksana program MBG.
Hal ini penting karena saat ini jumlah kasus keracunan massal setelah siswa mengonsumsi MBG mencapai 5.626 kasus, sehingga ke depannya menu makan MBG lebih berkualitas. “BGN sebagai penanggung jawab harus mengevaluasi menu MBG. Kasus keracunan bukan sedikit,” kata Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma di Manokwari, Papua Barat, Rabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, BGN harus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia MBG guna memastikan menu makanan tetap aman dikonsumsi. BGN juga wajib mengambil tindakan tegas apabila menemukan vendor yang melanggar ketentuan penerapan standar keamanan serta kebersihan proses penyediaan makanan bergizi. “Harus ada sanksi. Jangan kompromi soal kesehatan anak bangsa,” ujarnya.
Dia menyebut mekanisme evaluasi tidak hanya bersifat administratif. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!