Waspada! Ratusan Kasus DBD Serang Pekanbaru, Tertinggi di Payung Sekaki
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 18:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Pexels/Ravi Kant
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 675 orang sejak Januari hingga pertengahan September 2025. Angka tersebut menempatkan DBD sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian serius di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menyebut Kecamatan Payung Sekaki menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni 83 kasus, disusul Marpoyan Damai sebanyak 68 kasus, dan Tuah Madani dengan 66 kasus. Data tersebut dihimpun hingga pekan ke-37 atau 13 September 2025.
“Ini jumlah kasus dari Januari hingga pekan ke-37. Tertinggi saat ini masih di Payung Sekaki dengan 83 kasus,” ujar Hazli di Pekanbaru, Selasa (23/9).
Hazli menjelaskan, dalam tiga pekan terakhir, grafik kasus DBD mulai menunjukkan penurunan. Pada pekan ke-34, 35, dan 36 terjadi tren penurunan kasus, dan pada pekan ke-37 hanya ditemukan delapan kasus baru. Sebelumnya, jumlah kasus per pekan sempat mencapai 15 hingga 16 orang.
Meski begitu, ia menekankan pencegahan harus terus diperkuat, baik melalui peran petugas kesehatan maupun keterlibatan masyarakat. Upaya pencegahan selama ini dilakukan melalui edukasi di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), puskesmas pembantu, hingga gerakan bersama warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Hazli, masyarakat memegang peranan penting dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu langkah sederhana adalah melakukan pengurasan bak mandi minimal sekali dalam sepekan.
“Kenapa harus seminggu sekali? Karena dari telur nyamuk menetas hingga menjadi nyamuk dewasa butuh waktu 10 sampai 12 hari. Kalau kita kuras di hari ketujuh, nyamuk tidak akan sempat berkembang biak,” jelasnya.
Untuk bak mandi berukuran besar, Dinkes juga menganjurkan penggunaan bubuk abate agar jentik nyamuk bisa mati. Cara ini dinilai efektif mencegah munculnya generasi baru nyamuk penyebab DBD.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hazli berharap, masyarakat tidak menganggap enteng penyakit DBD, mengingat kasus di Pekanbaru masih cukup tinggi. Ia menekankan pentingnya gerakan 3M Plus—menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air, serta menambahkan langkah pencegahan lain seperti menggunakan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan tren kasus DBD di Pekanbaru dapat terus ditekan, sehingga angka kejadian di akhir tahun 2025 bisa lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!