Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paradigma Fiskal yang Selalu Defisit Harus Diubah

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Lebih Gencar

Sementara itu, Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan jika defisit per Agustus lalu sudah mencapai 1,35 persen, maka itu sebagai pertanda sinyal kuat kalau belanja Pemerintah tidak diiringi dengan kinerja penerimaan negara,” kata Huda.

Pendapatan negara terangnya turun sebesar 7,8 persen. Lebih tinggi dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. Artinya kata Huda kemampuan mendapatkan penerimaan berkurang, belanja lebih gencar untuk membiayai proyek proyek jumbo.

Dia pun mengimbau Pemerintah untuk memperketat belanja agar defisit tidak terlalu besar karena penerimaan negara nampaknya akan shortfall (atau berkurang). Belanja jumboharus dilakukan penyesuaian di tiga bulan terakhir agar menekan defisit APBN agar tidak semakin melebar.

“Efisiensi harus dilakukan dengan menyasar program prioritas Prabowo yang membutuhkan dana jumbo,”tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.