NATO Murka! Russia Nekat Langgar Udara Estonia, Janji Dibalas Habis-Habisan

Selasa, 23 Sep 2025, 20:45 WIB

JAKARTA – NATO pada Selasa mengecam keras Russia setelah insiden pelanggaran wilayah udara Estonia pekan lalu. Aliansi Barat itu menyebut Rusia semakin menunjukkan pola perilaku yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

Estonia sebelumnya mengumumkan pada Jumat lalu bahwa tiga jet tempur MiG-31 Russia masuk ke wilayah udaranya. Pelanggaran itu berlangsung selama 12 menit sebelum akhirnya dikawal keluar oleh jet tempur NATO asal Italia.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Para pejabat Barat menduga pelanggaran tersebut bukan insiden biasa, melainkan untuk menguji kesiapan serta keteguhan NATO. Langkah itu dinilai sebagai manuver provokatif Russia terhadap aliansi pertahanan terbesar dunia tersebut.

Insiden di Estonia terjadi hanya sepekan setelah sekitar 20 drone Russia memasuki wilayah udara Polandia. Jet-jet tempur NATO dikerahkan dan berhasil menembak jatuh sebagian pesawat tak berawak tersebut.

“Russia bertanggung jawab penuh atas tindakan-tindakan ini, yang bersifat eskalatif, berisiko salah perhitungan, dan membahayakan nyawa. Tindakan-tindakan ini harus dihentikan,” demikian pernyataan Dewan Atlantik Utara.

Dalam pernyataan resmi itu, NATO menegaskan sikapnya menghadapi Russia. “Russia tidak boleh ragu: NATO dan sekutunya akan menggunakan, sesuai dengan hukum internasional, semua sarana militer dan non-militer yang diperlukan untuk mempertahankan diri dan menangkal semua ancaman dari segala arah,” tegas aliansi tersebut.

Aliansi juga mengingatkan bahwa setiap respons terhadap Russia akan dilakukan sesuai waktu, tempat, dan cara yang dipilih NATO. Pernyataan itu menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi segala bentuk ancaman dari Moskow.

Pertemuan darurat Dewan Atlantik Utara digelar pada Selasa dengan dihadiri duta besar dari 32 negara anggota NATO. Forum itu diselenggarakan atas permintaan Estonia berdasarkan Pasal 4 perjanjian pendirian NATO.

Pasal tersebut mengatur bahwa setiap anggota berhak meminta konsultasi bersama jika integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan mereka terancam. Estonia menilai pelanggaran udara oleh Russia jelas masuk dalam kategori ancaman serius.

Sejarah mencatat, penerapan Pasal 4 hanya terjadi sembilan kali dalam 76 tahun berdirinya NATO. Dua di antaranya bahkan berlangsung bulan ini, menyusul insiden yang menimpa Polandia dan Estonia.

Sekutu NATO menegaskan tidak akan gentar menghadapi provokasi Russia. Dukungan terhadap Ukraina akan terus diberikan karena keamanan Ukraina dianggap bagian dari keamanan Eropa.

“Sekutu tidak akan terhalang oleh tindakan-tindakan tidak bertanggung jawab Russia ini dan tindakan-tindakan lain yang tidak bertanggung jawab dari komitmen abadi mereka untuk mendukung Ukraina, yang keamanannya berkontribusi bagi keamanan kita, dalam menjalankan hak asasinya untuk membela diri terhadap perang agresi Russia yang brutal dan tak beralasan,” tulis NATO dalam pernyataan.

Sikap tegas NATO ini menambah tekanan diplomatik dan militer terhadap Moskow. Russia kini dihadapkan pada ancaman nyata berupa kesatuan sikap dari negara-negara anggota aliansi Atlantik Utara.

Dengan insiden beruntun di Polandia dan Estonia, tensi antara Russia dan NATO semakin panas. Para pengamat memperkirakan situasi ini bisa memicu eskalasi baru di kawasan Eropa Timur yang sudah rentan konflik.

Langkah Russia yang nekat melanggar wilayah udara negara anggota NATO jelas memperbesar risiko konfrontasi. Namun, NATO berjanji akan tetap solid menjaga keamanan dan stabilitas kawasan sesuai mandat aliansi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.