Jakarta Bisa Belajar dari Filipina dan Turki untuk Gaet Wisatawan Lebih Lama
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 21:13 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai perlu strategi baru untuk menarik wisatawan agar tinggal lebih lama. Travel blogger Kadek Arini mencontohkan Filipina dan Turki, yang memanfaatkan transit panjang dan tiket murah agar pengunjung menginap dan berbelanja.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024 mencatat rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara hanya dua hari sementara wisatawan nusantara hanya 1,53 hari di Jakarta, dan ini dinilai rendah.
"Contoh Filipina, tiga tahun terakhir mengeluarkan tiket pesawat murah tujuannya ke Tokyo, naik Philippine Airlines hanya Rp3 juta pulang pergi (PP)," kata kreator konten pariwisata (travel blogger), Kadek Arini di Jakarta, Selasa.
Tiket pesawat yang ditawarkan bukan berasal dari maskapai yang berbiaya rendah melainkan layanan penuh (full service). Harganya bisa murah karena mengharuskan penumpang transit yang panjang, yakni selama 30 jam di Kota Manila.
Dengan begitu, penumpang mau tidak mau akan keluar bandara dan mengunjungi kota Manila. Di sanalah perputaran ekonomi terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pasti keluar uang, dia pasti menginap setidaknya satu malam," kata Kadek.
Kadek mengakui wisatawan umumnya tidak bisa tinggal di satu kota dalam waku yang lama, namun cukup 3-4 hari saja lalu berpindah ke kota lain.
Namun, menurut dia, DKI Jakarta harus punya strategi agar kunjungan wisatawan ke kota ini bisa maksimal dan berkesan sehingga membuat mereka kembali lagi untuk depannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Menurut aku programnya Filipina bagus, menawarkan tiket pesawat yang murah untuk ke Tokyo dan orang Indonesia banyak yang beli," katanya.
Mereka tidak peduli transit panjang di Manila. "Tapi itu juga jadi satu poin bisa berkunjung ke Manila dan Tokyo," kata Kadek.
Serupa dengan Filipina, Turki juga menyediakan fasilitas jalan-jalan gratis bagi penumpang penerbangan dengan durasi transit yang panjang.
"Turki menawarkan 'free day trip' untuk yang transit. Tujuan akhirnya mungkin Amsterdam atau lainnya," katanya.
Kalau sampainya pagi (di Turki), bisa ikut "day trip" yang gratis dengan bus dan dapat makan siang. "Itu penerbangannya (ke lokasi tujuan) harus yang sore," kata Kadek.
Fasilitas tersebut memungkinkan wisatawan yang semula hanya transit berbelanja semisal souvenir khas Turki atau dari pengalaman berwisata gratis di Turki membuat mereka ingin menjelajahi negara dalam waktu lebih panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!