Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Nikah Dini di Tilango, Gorontalo: Ancaman Kesehatan Ibu dan Anak

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fenomena Nikah Dini di Tilango, Gorontalo: Ancaman Kesehatan Ibu dan Anak Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (kiri) menyapa warga di Desa Ilotidea, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo

Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengungkapkan keprihatinan terhadap fenomena pernikahan usia dini yang terjadi di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, saat menyerahkan bantuan nutrisi bagi anak dan ibu hamil pada Senin.

Salah seorang ibu di Kecamatan Tilango diketahui menikah di usia 15 tahun. Ada juga ibu yang memiliki tujuh anak. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada kesehatan ibu dan risiko tengkes pada anak.

"Kondisi ini jelas berdampak pada kesehatan ibu dan anak, sekaligus meningkatkan risiko stunting. Karena itu, persoalan ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak," ujar Wakil Gubernur.

Dalam penyerahan bantuan itu sebanyak 127 anak yang mengalami stunting menerima bantuan nutrisi berupa beras, biskuit, telur, dan vitamin untuk balita serta ibu hamil. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dari The City Harvest Singapore yang bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Gorontalo dan FHCC Gorontalo.

Selain bantuan nutrisi, disalurkan pula lima unit jamban untuk masyarakat Tilango yang masih membutuhkan sanitasi layak. Menurut Wagub Idah, keberadaan jamban sehat sangat penting karena sanitasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam pencegahan stunting.

"Keluarga berisiko tidak boleh dianggap biasa. Mereka justru memerlukan perhatian dan tindak lanjut agar tidak jatuh pada kondisi stunting. Namun, upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap keluarga untuk menjaga kesehatan dan pola hidup yang lebih baik," kata Wagub Idah.

Wagub Gorontalo itu Gubernur berharap bantuan yang telah diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga memberi dampak nyata dalam mencegah dan menurunkan angka tengkes khususnya di kecamatan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.