Christian Horner Resmi Tinggalkan Red Bull, Terima Pesangon Fantastis

Selasa, 23 Sep 2025, 08:40 WIB

LONDON, INGGRIS - Christian Horner resmi berpisah dengan Red Bull setelah mencapai kesepakatan pesangon besar-besaran dengan tim Formula 1 tersebut. Pengumuman resmi disampaikan pada hari Senin (22/9) waktu setempat.

Pria berusia 51 tahun itu sebelumnya dipecat dari posisinya sebagai Team Principal pada bulan Juli lalu, meski kontraknya masih berlaku hingga 2030. Dengan berakhirnya kontrak tersebut, Horner kini bebas kembali ke dunia balap, bahkan bisa secepat musim depan.

Ket. Foto: Christian Horner — Sumber: AFP

Media Inggris melaporkan, Horner menerima pesangon hingga 80 juta pound (sekitar 1,6 triliun rupiah).

Dalam pernyataan resmi, Red Bull Racing menulis: “Oracle Red Bull Racing hari ini mengumumkan bahwa Team Principal sekaligus CEO, Christian Horner, resmi meninggalkan tim.”

Horner sendiri menyampaikan rasa bangganya atas perjalanan panjang bersama Red Bull. “Memimpin tim ini adalah kehormatan besar. Saat kami memulai pada tahun 2005, tak ada yang membayangkan perjalanan luar biasa ini,gelar juara, kemenangan balapan, orang-orang hebat, dan kenangan yang kami ciptakan,” ujarnya.

“Saya sangat bangga dengan apa yang kami capai sebagai sebuah tim, memecahkan rekor dan mencapai prestasi yang sebelumnya dianggap mustahil. Itu semua akan selalu saya bawa selamanya,” tambahnya.

Oliver Mintzlaff, CEO Corporate Projects and Investments Red Bull, juga memberikan penghormatan kepada Horner. “Dengan dedikasi, pengalaman, keahlian, dan pemikiran inovatifnya, Christian berperan penting menjadikan Red Bull Racing sebagai salah satu tim paling sukses dan menarik di Formula 1. Terima kasih atas segalanya, Christian. Anda akan selamanya menjadi bagian penting dari sejarah tim ini,” ujarnya.

Horner sebelumnya dibebaskan dari “tugas operasional” pada 9 Juli, 17 bulan setelah dituduh melakukan perilaku tidak pantas oleh seorang kolega wanita. Meski dua kali dibebaskan dari tuduhan oleh perusahaan induk Red Bull GmbH, isu itu tetap menimbulkan kegaduhan internal.

Situasi diperburuk dengan sejumlah sosok penting yang meninggalkan tim serta penurunan performa di lintasan. Meski begitu, Red Bull tetap menjadi kekuatan besar. Max Verstappen, bintang utama tim, sukses meraih empat gelar juara dunia berturut-turut, menyamai rekor Sebastian Vettel yang mendominasi pada tahun 2010–2013.

Verstappen, yang baru saja menjuarai Grand Prix Azerbaijan pada hari Minggu, kini menempati peringkat ketiga klasemen musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.