Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Sabtu, 15 Agu 2026, 09:17 WIB

JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan M7,7 mengguncang lepas pantai Pulau Flores di Nusa Tenggar Tumur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi pukul 04.58 WIB. Orang-orang berlari panik setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosfisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami.

Warga di Kabupaten Nagekeo, daerah yang paling dekat dengan pusat gempa, bergegas ke tempat yang lebih tinggi saat air laut surut -- kemungkinan pertanda datangnya tsunami, seperti yang dilaporkan wartawan AFP.

Ket. Foto: Rumah-rumah rusak setelah gempa M7,7 mengguncang di Ruteng, Manggarai, NTT Sabtu (15/8) — Sumber: AFP

Peringatan tsunami kemudian dicabut.

Pusat gempa dangkal tersebut terletak di lepas pantai utara Pulau Flores, sekitar 68 kilometer (42 mil) barat laut kota pesisir Ende, menurut BMKG dan pihak berwenang AS.

Guncangan awal diikuti gempa susulan yang kuat di area yang sama, termasuk satu gempa dengan magnitudo 6,1.

"Tiba-tiba mobil itu mulai berguncang dan saya panik," kata Lukas Lotar, seorang petugas layanan pelanggan rumah sakit berusia 31 tahun dan warga Maumre.

"Para pasien juga berhamburan keluar rumah sakit, guncangannya sangat besar. Saya melihat beberapa dinding retak," katanya.

Seorang warga Nagekeo, Yohanes Babo (56) mengatakan, ia sedang berada di pasar ketika bumi mulai berguncang.

"Guncangannya sangat kuat. Untungnya, kami sudah berada di luar rumah," katanya kepada AFP.

"Orang-orang panik, berlarian ke sana kemari. Kami sedang melakukan evakuasi untuk sementara waktu... dan mencoba menuju ke daerah perbukitan," katanya. "Keluarga saya aman. Tidak ada yang terluka."

Imbauan Evakuasi 

BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya gelombang tsunami menyusul gempa tersebut dan menyerukan agar masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat di sepanjang pantai utara Flores dan di bagian selatan, di pulau-pulau selatan dan di seluruh wilayah selatan, untuk segera melakukan evakuasi mandiri," kata Abdul Muhari, seorang pejabat di badan penanggulangan bencana nasional, BNPB.

Warga diimbau untuk "menjauh dari pantai, baik dengan pindah lebih dari dua kilometer ke pedalaman atau dengan pindah ke daerah perbukitan yang tingginya lebih dari 10 meter," katanya kepada Kompas TV.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan pemodelan tsunami menunjukkan potensi tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Peringatan tsunami dikeluarkan untuk gelombang dengan ketinggian antara 0,5 meter hingga tiga meter (1,6 hingga 9,8 kaki), tetapi kemudian dicabut.

"Kami telah mengakhiri (peringatan tsunami) tetapi kami akan terus memantau permukaan laut," kata Wijayanto, yang seperti banyak orang Indonesia, hanya menggunakan satu nama.

Warga di kota Maumere di Pulau Flores sedang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti yang dilihat oleh seorang koresponden AFP.

Gambar yang disiarkan di televisi menunjukkan ratusan orang di Kabupaten Nagekeo terdekat mengungsi dari reruntuhan bangunan yang rusak.

Pihak berwenang melaporkan gelombang tsunami setinggi 19 hingga 30 sentimeter telah terdeteksi.

Indonesia sering mengalami gempa bumi karena letaknya di "Cincin Api" Pasifik -- sebuah busur aktivitas seismik intensif yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Di antara sejarah gempa bumi mematikan di Indonesia terdapat gempa dahsyat berkekuatan 9,1 pada tahun 2004 yang melanda lepas pantai Sumatra, tepatnya wilayah Aceh, dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 orang di seluruh wilayah tersebut, termasuk sekitar 170.000 di Indonesia.

Peristiwa itu dikenal dengan Tragedi Boxing Day, salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah.

Pada tahun 2018, gempa bumi dahsyat mengguncang pulau Lombok dan beberapa gempa susulan terjadi selama beberapa minggu berikutnya, menewaskan lebih dari 550 orang di pulau wisata tersebut dan pulau tetangganya, Sumbawa.

Kemudian pada tahun yang sama, gempa bumi berkekuatan 7,5 dan tsunami yang menyusul di Palu, Sulawesi, menyebabkan lebih dari 4.300 orang tewas atau hilang.

  • gempa ntt

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Kabar Terbaru BMKG: Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir

Berita Duka! BNPB Sebut Dua Meninggal Dunia Akibat Gempa Nagekeo NTT

Demi Totalitas Akting, Aktor Vino Bastian-Rizky Hanggono Rela Naik Berat Badan

Perkuat Energi Bersih, PLTM Salu Noling di Sulsel Kantongi Sertifikat Laik Operasi

Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi, Desa Wisata Dipromosikan ke Australia

Menyedihkan, Sejumlah Bangunan di Kota Bima NTB Rusak Terdampak Gempa M 7,7 di NTT

Kabar Duka! Satu Orang di Maumere Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gempa

Temuan Baru! Peneliti Australia Temukan Cara Cegah Malaria, Ubah Gigitan Nyamuk Mematikan Jadi Booster Imun

Energi Surya Harus Jadi Andalan! IESR Ungkap Pentingnya Pembangunan PLTS

The Script Gelar Konser Lagi di GBK Jakarta! Catat Tanggalnya!

Keren! Niken Anjani Kembali Eksis di Film Bernuansa Hukum, Simak Peran Terbarunya

Liga Inggris: Manchester United Bangkit, Carrick Ingin Ubah Momentum Jadi Era Baru

Breaking! BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami hingga 3 Meter di NTT, NTB dan Sulsel

Gempa Dahsyat dengan Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Bupati Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT

Terobosan Inovatif Pemprov Jabar, Fitur Imah Aing di Sapawarga Permudah Laporan Masyarakat di Rutilahu

Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!

Pelestarian Adat dan Budaya Keraton, Ada Potensi Ekraf di Dalamnya

Garuda Pertiwi U-16 Menggila, Arab Saudi Dihantam 7-0 di Srikandi Merdeka Cup 2026

75 Paskibraka Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-81 RI di IKN

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.