Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

10 Game PlayStation yang Membekas di Hati Gamer Indonesia, Anak 90-an Pasti Kangen Main Winning Eleven

📅 Senin, 22 Sep 2025, 21:05 WIB | Oleh:
10 Game PlayStation yang Membekas di Hati Gamer Indonesia, Anak 90-an Pasti Kangen Main Winning Eleven Doc: Antara
Ket. Ilustrasi Playstation

JAKARTA – Suara riuh, tawa pecah, dan sesekali teriakan kecewa menjadi irama khas di rental PlayStation. Anak-anak berkumpul berdesakan di kursi panjang, bergantian menunggu giliran. Di layar tabung berwarna-warni itu, berbagai gim menemani masa kecil hingga remaja generasi 1990-an dan 2000-an.

Lebih dari sekadar hiburan, gim-gim ini membentuk kenangan bersama. Berikut 10 judul gim PlayStation yang paling membekas di hati gamer Indonesia.

Winning Eleven

Siapa yang tak ingat komentar berbahasa Jepang yang tak dimengerti, tapi tetap bikin semangat? Winning Eleven adalah magnet rental PS. Duel seru, adu penalti dramatis, hingga debat kecil soal tim favorit membuat gim ini terasa seperti pertandingan sungguhan. Bagi banyak orang, inilah awal cinta pada sepak bola digital.

Crash Team Racing (CTR)

CTR adalah definisi persahabatan sekaligus persaingan. Balapan gokart penuh jebakan ini sering memunculkan tawa saat teman terkena bom TNT atau terjatuh ke jurang. Split-screen empat pemain menjadikannya pilihan utama saat nongkrong bareng di rental.

Tekken 3

Tekken 3 adalah ajang unjuk kecepatan tangan. Joystick sering kali jadi korban tombol yang ditekan keras-keras. Pemain baru biasanya mengandalkan Eddy Gordo dengan jurus putarannya, sementara yang berpengalaman memilih Jin atau Hwoarang. Kekalahan sering berakhir dengan kalimat klasik: “Best of three, ya!”

Harvest Moon: Back to Nature

Di tengah hiruk pikuk game aksi, Harvest Moon menawarkan ketenangan. Dari menanam stroberi hingga merawat sapi, setiap aktivitas membawa rasa damai. Banyak pemain masih ingat siapa pasangan virtual mereka, atau betapa bahagianya saat festival panen tiba.

Resident Evil 3: Nemesis

Bagi sebagian orang, inilah game pertama yang benar-benar menakutkan. Suara langkah Nemesis yang tiba-tiba muncul masih membuat bulu kuduk merinding. Banyak anak yang memilih menonton saja daripada ikut bermain. Meski menegangkan, Resident Evil 3 membuka jalan bagi gamer Indonesia mengenal horor digital.

Downhill Domination

Saat PlayStation 2 merajai rental, Downhill Domination jadi primadona. Balapan sepeda gunung dengan aksi ekstrem terasa seru, apalagi ketika bisa menendang lawan agar terjatuh. Suasana rental mendadak riuh ketika satu pemain sukses melewati jurang curam dengan trik spektakuler.

Guitar Hero

Bermain gitar tanpa bisa main gitar sungguhan? Guitar Hero jawabannya. Dengan menekan tombol sesuai irama, banyak anak muda belajar musik rock dari sini. Lagu-lagu klasik seperti “Smoke on the Water” atau “Sweet Child O’ Mine” terdengar asing di telinga, tapi menjadi soundtrack masa remaja.

God of War II

Kratos hadir sebagai simbol kemarahan. Pertarungannya melawan para dewa Yunani terasa megah sekaligus brutal. Banyak gamer Indonesia yang terpukau dengan grafis dan alur cerita sinematisnya. God of War II seolah membawa rental ke dalam layar lebar.

Naruto: Ultimate Ninja

Kepopuleran anime Naruto merembes ke dunia gim. Di PlayStation 2, pertarungan antara Naruto, Sasuke, atau Itachi jadi tontonan wajib. Jurus Rasengan dan Chidori membuat suasana semakin panas. Tak jarang, penonton ikut berteriak seakan sedang menonton anime langsung.

Gran Turismo 

Simulasi balap paling realistis di masanya. Ribuan mobil berlisensi resmi dan lintasan autentik membuat Gran Turismo digemari penggemar otomotif. Namun di Indonesia, gim ini lebih populer di kalangan pemain serius, bukan sebagai hiburan bersama di rental.

Sebagai penutup, kenangan masa kecil tidak hanya tersimpan di album foto, tapi juga dalam memori digital. Suasana rental PlayStation, joystick yang aus, hingga teriakan “Goal!” dari Winning Eleven adalah potret budaya populer yang masih hangat dibicarakan. Bagi generasi gamer Indonesia, sepuluh gim ini adalah bagian dari cerita hidup kita yang tak akan tergantikan dan akan selalu dikenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.