- Home
-
- Luar Negeri
-
- Nigel Farage Ancam Cabut H...
Nigel Farage Ancam Cabut Hak Tinggal Permanen WNA, Reform UK Janjikan Aturan Imigrasi Super Ketat
Senin, 22 Sep 2025, 19:00 WIBJAKARTA â Partai Reformasi Inggris pimpinan Nigel Farage mengumumkan rencana kontroversial yang akan memperketat aturan imigrasi bila memenangkan pemilu berikutnya. Salah satunya adalah menghapus sistem izin tinggal permanen atau Indefinite Leave to Remain (ILR) dan menggantinya dengan visa kerja lima tahun yang dapat diperbarui.
Rencana yang dipublikasikan Farage lewat Daily Mail pada Senin itu menargetkan imigran berpenghasilan tinggi dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik. Namun, skema baru tersebut akan melarang pemegang visa mengakses tunjangan sosial serta membawa anggota keluarga ke Inggris.
Reformasi juga berencana mencabut ILR yang sudah dimiliki para imigran saat ini. Kebijakan ini akan memengaruhi ratusan ribu orang yang sebelumnya sudah mengantongi izin tinggal permanen di Inggris.
Farage sendiri dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin malam untuk menjelaskan detail kebijakan partainya. Reform UK saat ini hanya memiliki lima kursi parlemen dari total 650 kursi, tetapi elektabilitasnya tengah melesat.
Dalam jajak pendapat terbaru, 28 persen responden mengaku siap memilih Partai Reformasi, unggul delapan poin dari Partai Buruh yang sedang berkuasa. Pemilu mendatang diperkirakan akan digelar pada tahun 2029.
Isu imigrasi semakin panas di Inggris setelah jumlah kedatangan melonjak pascapandemi COVID-19. Bahkan, imigrasi kini dianggap lebih penting daripada isu ekonomi yang sedang terpuruk di negara tersebut.
Sebagai respons terhadap tekanan Reformasi, pemerintah Inggris juga tengah menyiapkan langkah serupa. Salah satunya dengan memperpanjang masa tunggu pengajuan ILR menjadi 10 tahun, dari sebelumnya hanya lima tahun.
Kepala kebijakan Reform, Zia Yusuf, mengatakan perubahan aturan ini akan berdampak besar. âPerubahan ini akan dilakukan secara bertahap dan teratur untuk memungkinkan perusahaan melatih pekerja Inggris untuk menggantikan mereka,â ujarnya kepada Telegraph.
Data resmi menunjukkan Inggris memberikan izin tinggal permanen kepada 173.000 orang hingga Maret 2025. Angka ini naik 33 persen dibanding tahun sebelumnya dan mencerminkan tren meningkatnya imigrasi setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada 2020.
Diperkirakan lebih dari satu juta orang bisa memenuhi syarat ILR dalam beberapa tahun mendatang. Namun, jika Reformasi benar-benar menerapkan kebijakannya, jumlah tersebut kemungkinan akan berkurang drastis.
Selain aturan ILR, Reformasi juga ingin memperpanjang masa tinggal sebelum imigran bisa mengajukan kewarganegaraan. Saat ini syaratnya lima tahun, tetapi Reform berencana menaikkannya menjadi tujuh tahun.
Langkah keras ini diperkirakan akan menuai perdebatan tajam. Bagi Farage dan pendukungnya, kebijakan ini dianggap solusi untuk menekan angka imigrasi, sementara bagi kalangan oposisi bisa memicu ketidakpastian besar bagi para pekerja asing di Inggris.
Berita Terkait:
-
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal 16 Mahasiswa FHUI
-
Polri Pindahkan 321 WNA Jaringan Judi Online ke Sejumlah Kantor Imigrasi
-
Joko Anwar Konfirmasi 'Pengabdi Setan 3' akan Rilis Tahun 2027
-
Padang Wajibkan Restoran Cantumkan Harga, Cegah Praktik “Mamakuak” Saat Libur Lebaran
-
KIE Jakarta Summit Soroti Inovasi Berbasis Masyarakat untuk Perkuat Ketangguhan Energi
-
ITS Perkuat Ekosistem Inovasi dan Riset dengan Sains Techno Park
-
Aksi Pemadaman Lampu di DKI Kurangi Emisi Karbon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.