Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ATTB Dorong Pembangunan Jalan Khusus Truk Tambang sebagai Solusi Masalah Kemacetan

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
ATTB Dorong Pembangunan Jalan Khusus Truk Tambang sebagai Solusi Masalah Kemacetan Doc: Antara
Ket. Sejumlah kendaraan truk tambang menumpuk di Jalan Legok - Parung Panjang akibat tingginya volume kendaraan di daerah itu.

Kabupaten Tangerang - Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jalan khusus kendaraan truk tambang sebagai penghubung antara wilayah Legok Tangerang Banten dan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat.

"Segera dibangun jalan khusus tambang. Itu solusi yang paling tepat, agar tidak ada lagi persoalan terganggu terhadap masyarakat atas aktivitas kendaraan truk tambang," kata Sekretaris Jenderal ATTB Ahmad Gozali di Tangerang, Sabtu (20/9).

Menurutnya, dengan adanya pembangunan akses jalan khusus truk tambang dinilai akan menjadi solusi tepat dalam meminimalisir konflik di tengah masyarakat terhadap aktivitas transportasi tersebut.

"Dan solusi yang paling efektif adalah segera pemerintah hadir, baik pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Agar segera diskusi. Karena masalah ini yang bisa diselesaikan adalah government to government," jelasnya.
Ia meminta, jajaran pemerintah daerah baik tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat untuk dapat berdiskusi bersama dalam membahas usulan pembangunan jalan khusus tersebut.

"Ada tiga provinsi, baik provinsi Jawa Barat, provinsi Banten, dan provinsi DKI Jakarta. Jadi ayo diskusi untuk cari solusinya," katanya.

Ia menambahkan, selama ini pihak transporter dan beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor telah menghormati seluruh peraturan daerah (Perda) tentang jam operasional yang diberlakukan, baik itu aturan di Jawa Barat maupun di Banten.

Namun, kata dia, dengan masifnya pembangunan dan jumlah volume kendaraan tambang yang mencapai hingga 2.700 unit tersebut, maka aturan jam operasional itu sangat lah tidak berpihak.

"Karena volume kendaraan sudah banyak, begitu, Melebih kapasitas sampai 2.700 unit kendaraan. Belum yang kosongannya yang masuk, itu paling sedikit 900 unit. Semua beraktivitas itu masuk ke wilayah Bogor dan Tangerang," paparnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar pemerintah segera berkoordinasi untuk mencarikan solusi tepat. Setidaknya antar pemerintah daerah dapat menyinkronkan aturan jam operasional truk tambang.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah membuat kesepakatan dengan Pemkab Bogor terkait tambahan jam operasional jalan di Parung Panjang, yakni pukul 09.00–11.00 WIB dan 13.00–16.00 WIB.

Sementara itu, Pemkab Tangerang masih mengacu pada Perbup Nomor 12 Tahun 2022 yang membatasi truk tambang hanya beroperasi pukul 22.00–05.00 WIB.

"Karena pembangunan saat ini banyaknya di daerah Banten, daerah Tangerang. Kami dari Bogor itu hanya membawa material saja. Dari Bogor melalui jalan-jalan ke Tangerang," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI: Pelanggan KA Sancak...

Menteri UMKM Genjot Ekosistem Wirausaha

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri UMKM Genjot Ekosist...
Daerah
Disdagin: Harga Kebutuhan P...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.