Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Bandara Frans Seda Ditutup
📅 Sabtu, 20 Sep 2025, 14:22 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Puau Flores meletus beberapa kali, menyemburkan kolom abu setinggi beberapa kilometer ke langit setelah pihak berwenang menaikkan tingkat kewaspadaan ke level tertinggi (Awas), menyebabkan bandara ditutup pada Sabtu (20/9).
Gunung Lewotobi Laki-Laki, gunung berapi dengan dua puncak setinggi 1.584 meter di Pulau Flores, meluncurkan serangkaian letusan pada Jumat (19/9) malam, letusan terbesar terjadi pada pukul 22.46 waktu setempat yang menyemburkan material vulkanik enam kilometer di atas puncaknya, kata Badan Geologi dalam sebuah pernyataan.
Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada Sabtu pagi, badan tersebut mencatat beberapa letusan termasuk satu letusan yang menyemburkan abu setinggi 2,5 kilometer ke langit.
Letusan itu terjadi setelah badan geologi menaikkan tingkat kewaspadaan gunung berapi tersebut ke tingkat tertinggi dari empat tingkat sistem gunung berapi di Indonesia pada Jumat malam.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid memperingatkan warga dan wisatawan untuk menjauh setidaknya enam kilometer dari kawah dan mengatakan abu vulkanik dapat mengganggu operasional bandara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan jika menyebar ke area bandara dan rute pesawat," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Warga, terutama masyarakat yang tinggal di dekat sungai, diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin yang berpotensi menimbulkan bahaya, yakni luapan lumpur atau aliran material vulkanik, jika terjadi hujan deras, kata Wafid.
Bandara Frans Seda yang melayani penerbangan domestik di kota Maumere, juga di Flores, menghentikan operasinya setelah letusan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Bandara Frans Seda, Partahian Panjaitan mengatakan pihak berwenang akan memantau perkembangan pada hari Minggu sebelum memutuskan apakah akan dibuka kembali.
Pada bulan Juli, gunung berapi tersebut memuntahkan menara abu setinggi 18 kilometer, yang menyebabkan pembatalan 24 penerbangan di bandara internasional di pulau wisata Bali.
Bandara Ngurah Rai Bli beroperasi normal tanpa gangguan pada hari Sabtu, kata juru bicara Gede Eka Sandi Asmadi kepada AFP.
Gunung Lewotobi Laki-Laki merupakan gunung kembar dengan gunung berapi yang lebih tenang tetapi lebih tinggi setinggi 1.703 meter (5.587 kaki) bernama Lewotobi Perempuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!