Senator Meminta Pemerintah untuk Segera Mengalokasikan Anggaran Penanganan Kusta di Papua Barat
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 16:45 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Manokwari - Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma meminta agar pemerintah pusat maupun daerah segera mengalokasikan anggaran khusus untuk program penanganan kusta di Provinsi Papua Barat.
"Penanganan kusta selama ini belum maksimal karena masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Kesehatan RI. Alokasi APBN dan APBD masih sangat minim. Bahkan, APBD sepertinya tidak ada anggaran kusta," kata Filep dalam keterangan tertulis di Manokwari, Jumat.
Dirinya berkomitmen mengawal penanganan kusta dengan mendorong dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah, sehingga program penanganan kusta berjalan sesuai ekspektasi.
Menurut dia, alokasi pendanaan yang memadai tidak hanya untuk pengadaan obat, tetapi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perbaikan fasilitas layanan, dan optimalisasi tindakan deteksi dini.
“Sebagai wakil daerah di pusat, saya akan dorong ke Kemenkes agar ada dukungan anggaran APBN. Sama halnya dengan daerah," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain keterbatasan anggaran, kata dia, pergantian pejabat teknis bidang kesehatan juga sangat memengaruhi konsistensi program penanganan kusta yang merupakan penyakit menular.
Permasalahan tersebut disampaikan oleh sejumlah tenaga kesehatan yang menginginkan adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah melalui pengalokasian anggaran.
“Biaya pelatihan tidak ada, dan setiap kali ganti pejabat, ganti pula programnya. Ini juga menjadi persoalan yang menghambat penanganan kusta," ucap Filep.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat dr Alwan Rimosan menyebut, ada 422 kasus kusta yang ditemukan hingga September 2025, termasuk 254 kasus baru (68 pausi basiler dan 186 multi basiler).
Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan eliminasi, yaitu mendorong program kusta masuk dalam RPJMD 2025-2029, distribusi rutin obat dari provinsi ke kabupaten, sosialisasi, dan kemoprofilaksis.
"Stok obat kusta dalam kondisi cukup. Jumlahnya 3.006 paket multi drug therapy multi basiler (MDT MB) dewasa, dan 48 paket MDT MB anak," kata Alwan.
Dirinya mengakui ada sejumlah hambatan upaya eliminasi karena kusta belum diakomodasi ke dalam standar minimal pelayanan (SPM) provinsi maupun kabupaten, serta keterbatasan tenaga medis terlatih.
Kemudian, minim dukungan anggaran pemerintah kabupaten, laporan penemuan kasus dari tiga kabupaten yaitu Pegunungan Arfak, Kaimana, dan Teluk Wondama belum lengkap sesuai ketentuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!