Menumbuhkan Pengelolaan Sampah, Ini Cerita dari Karawang
Jumat, 19 Sep 2025, 16:20 WIBJAKARTA - Pertumbuhan industri dan populasi di Kabupaten Karawang membawa tantangan besar, salah satunya dalam pengelolaansampah. Sistem kumpul-angkut-buang masih menjadi pilihan, sementara infrastruktur pengolahan seperti Tempat PengolahanSampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) belum merata.
Kondisi inidiperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalammemilah sampah sejak dari rumah. Menghadapi tantangan tersebut, Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) hadir sebagai upaya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Program ini tak hanya membangun infrastruktur, tetapi jugamendorong perubahan perilaku, penguatan regulasi, pembiayaanberkelanjutan, hingga pelibatan masyarakat secara aktif.
Dan pilot project adalah di RT 001 RW 012 Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat menjadi lokasi percontohan awal ISWMP di Kabupaten Karawang. Kawasan ini dipilih karena berada dalam cakupanTPST Mekarjati dan memiliki jaringan komunitas aktif sepertiKarang Taruna, bank sampah, kader lingkungan, serta pegiatmaggot.
Melalui pendekatan door-to-door, pelatihan kader lingkungan,hingga pemberian alat bantu seperti karung pilah dan stikerrumah memilah, perubahan mulai terlihat. Warga membangun sistem pemilahan menjadi dua kategori: organik dan anorganik, agar lebih mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Hasilnya? 86% dari 97 KK aktif memilah sampah. Dalam duabulan, terkumpul lebih dari 2.500 kg sampah organik dan 464 kg sampah anorganik yang berhasil dimanfaatkan. Sampah organikdiolah oleh Karang Taruna dan pegiat maggot, sementarasampah anorganik disalurkan ke Bank Sampah Resik Raya. Volume sampah ke TPA pun berhasil ditekan.
Semangat perubahan tidak berhenti di Mekarjati. Pada 30 Juli2025, ISWMP melalui paket pekerjaan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) Kabupaten Karawang, melanjutkan kegiatan sosialisasi awal pengelolaan sampah di Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, sebagai lokasi replikasi.
Kegiatan sosialisasi Desa yang berlangsung di Aula Desa ini dihadiri oleh Kepala Desa Cirejag, 12 orang Ketua RT, dan 10 orang Duta Pilah Sampah.
Mereka diperkenalkan pada sistem pemilahan menjaditiga jenis:
Kesuksesan program ini tidak lepas dari komitmen kuatpemerintah daerah. Dalam audiensi bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat pada 16 Mei 2024, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap seluruh komponen ISWMP.
âKami siap menyelesaikan semua hal yang menjadi PR untuk mendukung program ini, terutama dalam mendorong Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM). Salah satunya dengan membuat surat edarantentang pemilahan sampah dari sumber ke seluruhinstansi dan masyaraka," tutupnya.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Industri daur ulang plastik di Batam
-
Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan Anak dan Perempuan
-
Bulog dan Pemprov Sulut Salurkan Beras dan Minyak Goreng kepada 139.966 Keluarga Penerima Bantuan Pangan
-
Slot Kritik Dominasi Bola Mati di Liga Inggris, Kurangi Keindahan Sepak Bola
-
IndoBuildTech & GAFA 2025 Jadi Etalase Inovasi Industri Nasional
-
Kuliner Khas Sunda di Jalur Mudik Garut Laris, Restoran Cibiuk Diserbu Pengunjung
-
Pendampingan untuk Pasar Tradisional dalam Menerapkan Daur Ulang Sampah di Makassar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.