Kesulitan Dana, Nvidia Suntik 5 Miliar Dollar AS ke Intel

Jumat, 19 Sep 2025, 13:17 WIB

NEW YORK – Saham Intel melonjak pada Kamis (18/9) setelah Nvidia mengatakan akan berinvestasi US$5 miliar pada pembuat chip yang sedang kesulitan itu.

Langkah ini menyatukan dua nama terbesar dalam industri semikonduktor dan mengikuti dukungan dari raksasa investasi Jepang SoftBank dan pemerintah AS, yang bulan lalu mengambil 10 persen saham ekuitas langka di Intel.

Ket. Foto: CEO Nvidia Jensen Huang, Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum, Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Lee Zeldin menghadiri KTT "Winning the AI ​​Race" di Washington DC, AS, — Sumber: CNA/Reuters

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut Intel sebagai perusahaan yang sangat penting dan strategis mengingat perannya dalam mendorong revolusi PC dan internet. Trump telah memberi sinyal bahwa ia siap melakukan intervensi serupa jika dianggap perlu.

"Ini adalah kesepakatan yang mengubah permainan bagi Intel karena kini menempatkan mereka di posisi terdepan dalam industri AI," ujar Dan Ives dari Wedbush Securities. "Ditambah dengan investasi pemerintah AS sebesar 10 persen baru-baru ini, beberapa minggu ini merupakan masa keemasan bagi Intel setelah bertahun-tahun investor mengalami kesulitan dan frustrasi."

Persaingan AI Semakin Panas

Intel tertinggal dari para pesaingnya setelah melewatkan perubahan penting dalam teknologi. Intel sebagian besar melewatkan ledakan ponsel pintar dan kesulitan mengembangkan perangkat keras yang kompetitif untuk kecerdasan buatan (AI). Sementara TSMC dari Taiwan dan Samsung dari Korea Selatan semakin mengukuhkan dominasi mereka.

Yang paling menonjol, Intel dikalahkan oleh Nvidia, yang unit pemrosesan grafisnya (GPU) – yang awalnya dirancang untuk game – menjadi komponen dasar sistem AI yang kini dicari oleh para raksasa teknologi di seluruh dunia.

Kemitraan ini akan berfokus pada pengembangan pusat data dan produk PC khusus yang dirancang untuk aplikasi AI. Nvidia akan membeli saham Intel dengan harga US$23,28 per lembar, sambil menunggu persetujuan regulator.

Saham Intel melonjak lebih dari 25 persen di Wall Street, ditutup pada US$31,25.

"Ini menandai perpaduan dua platform kelas dunia," ujar CEO Nvidia, Jensen Huang. "Bersama-sama, kami akan memperluas ekosistem dan meletakkan fondasi bagi era komputasi berikutnya."

Dorongan Perubahan Intel

Kepala eksekutif baru Intel, Lip-Bu Tan, yang mengambil alih jabatan pada bulan Maret, menyambut baik langkah tersebut.

“Kami menghargai kepercayaan yang diberikan Jensen dan tim Nvidia kepada kami,” kata Tan, seorang veteran teknologi kelahiran Malaysia.

Ia mengakui tantangan berat yang dihadapi Intel saat mencoba melakukan perubahan haluan, terutama dengan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang membebani industri semikonduktor global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.