Mengoptimalkan Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Wawasan Warga Binaan Pemasyarakatan
Selasa, 31 Mar 2026, 23:47 WIBBanjarmasin - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengoptimalkan layanan perpustakaan sebagai sarana pembinaan untuk meningkatkan wawasan dan kualitas diri warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Banjarmasin Gilang Wisnuwardhana di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, program ini bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak langsung, dengan menempatkan literasi sebagai salah satu pilar penting dalam proses perubahan perilaku dan pola pikir warga binaan.
âKegiatan membaca merupakan bentuk pembinaan sederhana namun memiliki efek signifikan terhadap perkembangan individu, sekaligus mendorong pemanfaatan waktu secara produktif di dalam lapas,â ucapnya.
Menurut dia, perpustakaan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan ruang belajar yang mampu membantu warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan positif sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual mereka selama menjalani masa pembinaan.
âMelalui perpustakaan, warga binaan dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kualitas diri. Ini bagian dari pembinaan berkelanjutan yang membangun pola pikir lebih baik,â katanya.
Gilang menjelaskan optimalisasi layanan perpustakaan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan lapas yang lebih edukatif dan humanis, sehingga proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.
Lapas Banjarmasin menilai peningkatan minat baca di kalangan warga binaan menjadi indikator penting keberhasilan program pembinaan berbasis literasi, yang diharapkan mampu membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Gilang menegaskan, upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas manusia, sehingga warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk berintegrasi kembali secara positif setelah bebas.
Salah seorang warga binaan berinisial MPH mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan fasilitas tersebut, terutama dalam membantu mengelola waktu dan kondisi psikologis selama menjalani masa pidana.
âDengan membaca buku, saya merasa lebih tenang dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Waktu di sini jadi lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia,â ujar dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Belanda dan Denmark Tampil Perkasa
-
Gunung Lokon Alami Erupsi Freatik, Badan Geologi Peringatkan Warga Bahaya Gas Beracun dan Banjir Lahar
-
Rehabilitasi Perpustakaan untuk Hidupkan Semangat Belajar di Kebumen
-
Festival Budaya Nusantara Manokwari, Panggung Besar Promosi Pariwisata Papua Barat
-
Literasi Warga Jakarta Meningkat di 2025, Kunjungan Perpustakaan Naik Tajam
-
BINUS University Resmi Wisuda 7.096 Mahasiswa, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 78,88%
-
Waspada! Siklon Jenna di Samudra Hindia Barat Daya, BMKG Ingatkan Picu Gelombang Laut Enam Meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.