Bank Digital Jadi Raja Transaksi Harian, Sinyal Perubahan Besar di Industri Keuangan

Jumat, 19 Sep 2025, 20:00 WIB

JAKARTA – Bank digital hadir sebagai transformasi sistem keuangan yang menekankan efisiensi, aksesibilitas, dan pengalaman pengguna berbasis teknologi.

Model ini menekan biaya operasional dengan meminimalisir jaringan fisik, sekaligus memperluas jangkauan layanan ke segmen yang selama ini kurang terlayani bank konvensional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pegawai menunjukkan layanan GoPay Tabungan by Jago. — Sumber: ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso.

Namun, di balik peluang pertumbuhan, bank digital juga menghadapi tantangan serius seperti kebutuhan modal besar untuk inovasi, regulasi yang terus berkembang, serta risiko keamanan siber yang dapat menggerus kepercayaan nasabah.

Perusahaan riset pasar asal Prancis, Ipsos Indonesia, merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa perbankan digital menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi harian.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan masyarakat semakin mencari layanan keuangan yang aman, transparan, serta efisien di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kejahatan digital (cyber attack).

"Fakta bahwa aplikasi bank digital kian dipilih dalam transaksi sehari-hari, memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kemudahan bertransaksi digital di Indonesia,” ujar Hansal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Survei Ipsos Indonesia dilakukan secara online menggunakan Ipsos Digital Platform (Fast Facts) terhadap 300 responden di seluruh wilayah Indonesia, dengan kriteria responden yaitu pria dan wanita berusia 18-55 tahun.

Karakteristik responden, meliputi semua tingkat sosial ekonomi (SES), pengguna internet aktif (mengakses setiap hari), pengguna e-commerce aktif, memiliki setidaknya satu akun bank digital, serta menggunakan bank digital minimal sekali sebulan.

Dalam survei, bank digital yang layanannya dinilai aman dan mudah untuk melakukan transaksi sehari-hari, di antaranya SeaBank dengan peringkat pertama dipilih oleh sebesar 47 persen responden, diikuti oleh Bank Jago sebesar 30 persen, dan Neo Bank sebesar 27 persen.

Hansal menjelaskan, alasan responden memilih di antaranya sebesar 48 persen merasa puas dengan kemudahan dalam pembayaran QRIS dari SeaBank, diikuti oleh Superbank 45 persen, dan Neo Bank 45 persen.

Lalu, sebesar 51 persen responden menilai SeaBank puas dengan layanan gratis transfer antar-bank, diikuti oleh Superbank 48 persen, serta Neo Bank 42 persen.

Kemudian, kemudahan isi ulang dompet digital (top-up e-wallet), di antaranya 53 persen responden merasa puas dengan SeaBank, disusul oleh Bank Jago sebesar 46 persen, dan Superbank 44 persen.

Selanjutnya, keamanan dan kemudahan interkoneksi dengan aplikasi digital lainnya, yaitu sebesar 53 persen puas dengan SeaBank, diikuti Bank Jago sebesar 45 persen, serta Allo Bank sebesar 41 persen.

Selain itu, survei juga menemukan bahwa Gen Z dan Milenial merupakan pengguna paling aktif bank digital di Indonesia, dengan rata-rata frekuensi 1 hingga 10 kali aktivitas penggunaan per bulan.

"Aktivitas utama meliputi transfer, top-up e-wallet, pembayaran QRIS, menabung, hingga pembayaran tagihan rutin," ujar Hansal.

Menurut Hansal, hasil survei menegaskan bahwa layanan bank digital menjadi solusi dalam mengatur keuangan harian secara aman, mudah, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Bank digital bukan hanya mengenai kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di masa yang akan datang, kami melihat peran generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” ujar Hansal.

Sebagai informasi, pertumbuhan perbankan digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi pembayaran digital tumbuh sebesar 52,3 persen (yoy) pada Juli 2025.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.