Kota Bandung Kehilangan 800 Ribu Wisman Imbas Bandara Husein Ditutup
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 21:59 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bandung
Kota Bandung -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut dengan ditutupnya penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara berdampak besar kehilangan 800 ribu wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahun ke Kota Kembang.
“Setiap tahun kita kehilangan 800 ribu wisatawan asing akibat Husein tidak menerima penerbangan internasional. Itu opportunity cost yang besar sekali. Saya akan terus memperjuangkan agar Husein dibuka kembali,” kata Farhan, di Bandung, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Farhan, aksesibilitas merupakan kunci utama daya tarik wisata Kota Bandung. Ia menilai keberadaan bandara yang dekat dengan pusat kota menjadi nilai strategis untuk mendatangkan wisatawan.
“Wisatawan tentu lebih nyaman dengan bandara yang dekat pusat kota. Kalau harus ke Kertajati, itu memakan waktu dan biaya lebih. Maka Husein punya nilai strategis,” ujarnya lagi.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat dapat segera mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata serta perekonomian di Kota Bandung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Farhan menyakini bahwa reaktivasi Bandara Husein merupakan kebutuhan strategis, terutama dalam membangkitkan sektor pariwisata yang tengah menurun di Bandung dan sekitarnya.
“Kalau Husein dibuka, pariwisata Bandung akan bergerak lagi. Dan dampaknya bukan cuma buat Bandung, tapi juga untuk Jawa Barat,” kata dia lagi.
Ia menambahkan dengan reaktivasi bandara tersebut juga dapat mengurangi beban keuangan yang ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akibat operasional Bandara Kertajati di Majalengka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, saat ini Pemprov Jabar harus menanggung kerugian hingga lebih dari Rp60 miliar per tahun untuk menopang operasional Bandara Kertajati, sementara hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
“Saya sangat menghargai upaya Pak Gubernur yang sejak Februari sudah berdiskusi serius dengan kami. Tapi sepertinya situasi sudah mulai kepepet,” kata dia pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!