Kemenkes: Peserta Cek Kesehatan Gratis Capai 29,8 Juta per September
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 13:28 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sejak diluncurkan pada Februari hingga per 17 September 2025, terdapat sebanyak 29.864.651 atau 29,8 juta peserta yang telah memeriksakan kesehatannya lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 38 provinsi.
“Jadi sampai dengan hari kemarin, kita sudah ada 32 juta pendaftar untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis dan 29,8 juta sudah kita periksa," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam konferensi pers yang digelar oleh Kementerian Kesehatan bersama Badan Komunikasi Pemerintahan di Jakarta, Kamis (18/9).
Dalam program itu, kata dia melanjutkan, terdapat sebanyak 10.226 puskesmas yang terlibat, dari total sebanyak 10.286 puskesmas yang ada di Tanah Air.
Maria lalu menyampaikan peserta CKG tersebut didominasi oleh perempuan, yakni sebanyak 17.176.524 orang atau sekitar 57,5 persen. Sementara itu, peserta laki-laki mencapai 12.688.214 orang atau 42,5 persen.
“Ternyata, kita masih dominasi perempuan. Dua dari tiga orang yang dilayani CKG ini adalah perempuan. Dari 29 juta itu, 17 jutanya perempuan, laki-lakinya 12 juta,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait dengan capaian jumlah peserta dalam hitungan harian, Maria menyampaikan tren harian CKG mencapai 600 ribu pendaftar dan 500 ribu peserta yang diperiksa.
"Untuk tren harian, saat ini kita sudah mencapai 600 ribu per hari untuk kedatangan. Untuk yang diperiksa, itu hampir 500 ribu per hari," kata dia.
Lalu dari segi wilayah, Maria mengatakan jumlah peserta CKG tertinggi terdapat di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yakni mencapai 51 persen. Sementara itu, kata dia melanjutkan, jumlah peserta terendah terdapat di tiga provinsi lainnya, yaitu Papua, Papua Barat, dan Papua Pegunungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia kemudian menegaskan pemerintah terus berupaya untuk program CKG dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia di beragam daerah. Program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan memberikan solusi kesehatan dan peningkatan kualitas SDM di Tanah Air.
"Tentu kita bisa mengerti karena jumlah populasi yang sangat besar di provinsi-provinsi tersebut, tapi tentu kita juga menginginkan supaya provinsi-provinsi lain itu segera juga mengejar dengan rate yang sama," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!