Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Melemah: Ikut Terseret Awan Gelap Asia, Investor Lokal Kian Was-was?

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Melemah: Ikut Terseret Awan Gelap Asia, Investor Lokal Kian Was-was? Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam
Ket. Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sejalan dengan tren bursa Asia, mencerminkan sensitivitas pasar domestik terhadap sentimen global.

Pelemahan ini umumnya dipicu faktor eksternal seperti kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok, pergerakan mata uang regional, maupun ekspektasi kebijakan moneter The Fed.

Tekanan jual di sektor saham berkapitalisasi besar turut memperdalam koreksi, menandakan investor cenderung bersikap wait and see.

Kondisi ini menegaskan bahwa stabilitas pasar modal Indonesia masih erat bergantung pada dinamika eksternal, meski faktor fundamental domestik relatif solid.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/9) sore, ditutup melemah 16,75 atau 0,21 persen ke posisi 8.008,43 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,92 poin atau 0,73 persen ke posisi 809,30.

“IHSG melemah setelah adanya penyesuaian defisit RAPBN 2026 yang melebar dari Rp638,8 triliun (2,48 persen PDB) menjadi Rp689,1 triliun (2,68 persen PDB),” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari kawasan Asia, meskipun bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed telah memangkas suku bunga, Bank Sentral China (PBoC) pada hari ini memberikan sinyal tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter, dengan mempertahankan suku bunga reverse repo tujuh hari di level 1,4 persen.

Dari Jepang, pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) sedang dimulai, yang mana suku bunga diperkirakan tetap tidak akan berubah sementara pejabat menimbang dampak tarif AS terhadap perekonomian Jepang yang berbasis ekspor.

Diperkirakan BOJ dapat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025 di tengah tanda-tanda ketahanan ekonomi Jepang.

Dari mancanegara, negosiasi dagang AS dan China dan potensi kesepakatan terkait TikTok, yaitu Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan berbicara pada Jumat (19/09) untuk membahas ketentuannya.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang menguat sebesar 4,67 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor kesehatanyang naik masing-masing sebesar 2,46 persen dan 0,86 persen.

Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku yang melemah 0,14 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.