Filipina dan AS Jajal Kerasnya Persaingan Superliga Junior 2025
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 07:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA (18/9) – Filipina dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya turut ambil bagian dalam Polytron Superliga Junior 2025 yang berlangsung di GOR Djarum Kudus, Jawa Tengah, 15–21 September 2025.
Kehadiran dua negara tersebut menambah warna persaingan turnamen beregu level junior tersebut. Head of Development Philippine Badminton Association, Melvin Nubla, mengatakan partisipasi timnya menjadi momen bersejarah sekaligus kesempatan berharga bagi para pemain muda Filipina yang sebagian besar baru pertama kali tampil di luar negeri.
“Polytron Superliga Junior 2025 adalah turnamen luar biasa karena memberi banyak hal positif bagi atlet muda. Mereka bisa beradaptasi, belajar, dan melihat standar permainan internasional,” ujar Melvin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Meski harus menelan sejumlah kekalahan di sektor U-17 dan U-19 putri, Filipina menyebut pengalaman menghadapi tim-tim kuat seperti PB Djarum dan klub asal Thailand menjadi bekal penting.
Sementara itu, Amerika Serikat juga memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang uji coba menjelang Kejuaraan Dunia Junior di Guwahati, India, pada Oktober mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Manager sekaligus pelatih Global Badminton Academy, Eti Gunawan, mengatakan turnamen beregu di Kudus memberikan kesempatan bagi pemainnya untuk mengasah strategi dan mental bertanding.
“Di Amerika jumlah pemain terbatas, sehingga ada yang main rangkap. Dengan format beregu yang ketat, atlet bisa belajar banyak sekaligus menambah pengalaman,” kata Eti yang telah melatih sejak 2011.
Salah satu pemain AS, Zoey Tan (16), mengaku senang bisa menjajal atmosfer persaingan bulu tangkis di Asia. “Levelnya tinggi sekali, terutama tim dari Indonesia dan Thailand. Itu jadi motivasi saya untuk berlatih lebih keras,” ucapnya.
Technical Advisor sektor tunggal PB Djarum, Hendrawan, menilai kehadiran negara-negara baru makin memperketat persaingan. Ia menyebut turnamen beregu junior jarang digelar sehingga menjadi sarana penting untuk membentuk mental juara.
“Turnamen ini melatih arti kebersamaan, strategi tim, dan tanggung jawab, yang kelak sangat berguna saat tampil di ajang besar seperti Thomas Cup, Uber Cup, atau Sudirman Cup,” ujar Hendrawan.
Atlet PB Djarum U-17 putri, Jane Maira Faiza, juga merasakan manfaat tampil dalam format beregu. “Kalau ada teman kalah, kami harus saling dukung, bukan menyalahkan. Sejauh ini tim kami konsisten menang, semoga bisa terus bertahan,” kata Jane.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!