Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat Sampah Ponorogo! TPA Mrican Penuh, Pemkab Janji TPA Baru Siap 2026

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 18:48 WIB | Oleh:
Darurat Sampah Ponorogo! TPA Mrican Penuh, Pemkab Janji TPA Baru Siap 2026 Doc: ANTARA/HO - Prastyo
Ket. Plt. Kepala DLH Ponorogo Jamus Kunto bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau TPA Mrican, Ponorogo, Jawa Timur.

PONOROGO – Kapasitas empat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican di Ponorogo kian kritis. Menampung 140 ton sampah per hari, lahan kurang dari dua hektare itu tak lagi memadai. Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun mempercepat relokasi ke TPA baru di lahan Perhutani Sukun yang ditargetkan beroperasi pada 2026.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menargetkan relokasi TPA Mrican ke lokasi baru di kawasan Perhutani Sukun tuntas sehingga dapat beroperasi mulai 2026.

Plt Kepala DLH Ponorogo, Jamus Kunto, mengatakan seluruh dokumen administrasi dan teknis ditargetkan rampung pada Desember 2025. Dokumen itu meliputi proses perizinan, rencana anggaran, serta kelengkapan teknis yang saat ini sedang dikebut. “Target 2026 sudah operasional di lahan TPA baru. Makanya, Desember ini kita kebut dokumen dan lain sebagainya bisa selesai,” ujarnya, Selasa.

Sambil menunggu finalisasi administrasi, Pemkab Ponorogo sudah mulai menyiapkan pembangunan sejumlah sarana pendukung di lokasi baru. Infrastruktur dasar seperti akses jalan menuju TPA, fasilitas pengelolaan sampah, hingga sistem pengendalian lingkungan kini mulai dibangun secara bertahap. Menurut Jamus, TPA baru akan dirancang lebih modern dan komprehensif dengan fasilitas pengolahan lindi, pengolahan sampah organik, serta tata letak fasilitas yang lebih efisien.

Lokasi TPA baru memiliki luas sekitar sembilan hektare, berjarak hanya sekitar satu kilometer ke arah timur dari TPA Mrican. Karena berdiri di atas lahan Perhutani, seluruh proses perizinan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Relokasi TPA ini dinilai sangat mendesak. TPA Mrican yang hanya memiliki luas kurang dari dua hektare sudah tidak mampu menampung timbunan sampah Ponorogo yang mencapai sekitar 140 ton setiap hari. Kondisi itu memicu masalah serius, mulai dari pencemaran lingkungan, bau menyengat, hingga risiko kesehatan bagi warga sekitar.

“Darurat pengelolaan sampah di Ponorogo harus menjadi titik balik untuk perbaikan menyeluruh. Selama ini beban sampah tidak seimbang dengan kapasitas TPA Mrican,” tegas Jamus, yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ponorogo.

Dengan hadirnya TPA baru yang lebih luas dan ramah lingkungan, Pemkab Ponorogo berharap masalah sampah bisa ditangani secara berkelanjutan. Selain mampu mengurangi beban TPA lama, fasilitas baru ini diharapkan mendukung program daur ulang, pengolahan sampah organik, serta pengelolaan ramah lingkungan sehingga Ponorogo terhindar dari krisis sampah berkepanjangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.