Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beras SPHP Siap Dimasifkan ke Masyarakat lewat Kopdes Merah Putih

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 22:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beras SPHP Siap Dimasifkan ke Masyarakat lewat Kopdes Merah Putih Doc: istimewa
Ket. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) siap dimasifkan ke masyarakat lewat Kopdes Merah Putih

JAKARTA – Program prorakyat yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan saling terhubung dan melengkapi satu sama lain. Azimut implementasi kebijakan tentunya semata-mata diperuntukkan bagi kemaslahatan masyarakat Indonesia secara luas.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengemukakan bahwa pihaknya berkomitmen mendiruskan pasokan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mendayagunakan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Terlebih sudah ada kepastian pendanaan bagi Koperasi Merah Putih.

"Tadi Bapak Menko Pangan telah menargetkan sebanyak 16 ribu Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi dengan kepastian pendanaan dari Himbara untuk modal usahanya. Ini menjadi langkah nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat," kata Arief saat dijumpai usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (15/9).

"Untuk itu, ke depannya beras SPHP juga harus dapat disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara masif. Koperasi Merah Putih akan menjadi saluran utama. Dengan begitu, program prioritas Bapak Presiden pun saling connect dan melengkapi satu sama lain. Ini luar biasa," ucap Arief.

Menukil data realisasi penjualan beras SPHP yang dihimpun NFA dari Perum Bulog, per 15 September realisasinya telah mencapai 367,3 ribu ton. Capaian ini setara dengan 24,49 persen dari target selama setahun 1,5 juta ton.

Sementara realisasi penjualan beras SPHP melalui kanal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih cukup meningkat pesat. Di awal September tercatat 498 ton dengan 177 unit. Kemudian per 15 September bertambah hampir separuhnya menjadi 705 ton dengan cakupan hingga 248 unit.

"Jadi kami di Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog terus berupaya mengisi sistem tata niaga yang ada. Mulai dari pasar rakyat, itu yang utama. Lalu bersama TNI dan Polri juga pemerintah daerah. Tak lupa ada BUMN dan KADIN juga. Ritel modern pun kami pastikan mulai terisi beras SPHP," jelas Arief.

Adapun sebagaimana yang telah diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 224 Tahun 2025, terdapat tujuh kanal penyaluran yang dapat dijadikan mitra oleh Bulog. Pertama, pengecer di pasar rakyat. Lalu melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selanjutnya adalah pemerintah daerah melalui outlet pangan binaan dan Gerakan Pangan Murah (GPM), BUMN melalui outlet BUMN, dan juga instansi pemerintah melalui koperasi atau outlet instansi pemerintah dan/atau GPM. Dapat pula melalui Rumah Pangan Kita (RPK) Perum Bulog yang sudah diverifikasi. Terakhir, melalui swalayan/toko modern yang tidak melakukan penjualan secara grosir.  

"Dengan masifnya beras SPHP ke pasar-pasar dan outlet yang mudah diakses masyarakat luas, pemerintah berharap strategi intervensi ini dapat memberi efek tekan bagi harga beras. Beras SPHP pun dapat dibeli dengan harga yang lebih rendah daripada beras umum. Ini bukti pemerintah hadir," tutur Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Manfaatkan Fasilitas

Adapun dorongan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat juga diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Dalam konferensi pers, ia mendorong segenap pengurus Koperasi Merah Putih memanfaatkan fasilitas pinjaman modal usaha yang telah pemerintah berikan.

"Menteri Keuangan sudah menempatkan Rp 200 triliun di Himbara. Ini kami tunggu-tunggu. Oleh karena itu, saya kira (ini untuk) pinjaman untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jadi modalnya sudah ada. Tolong disebarluaskan agar teman-teman Kopdes yang sudah 80 ribu menanti begitu lama, (bisa) siapkan dengan baik proposal sederhana ke perbankan terkait usaha yang saudara lakukan," terang Zulhas.

"Usahanya (agar) sangat dibutuhkan orang masyarakat. Gas melon ada. Sembako juga. Rakyat perlu minyak goreng, perlu gula, perlu beras dan lain-lain, juga pupuk karena sebentar lagi akan mulai masa tanam. Itu diperlukan dan koperasi ini akan memotong rantai pasok yang panjang juga, untuk mengeliminir di desa-desa itu tengkulak-tengkulak, juga mendekatkan masyarakat desa ke perbankan, karena disitu ada Brilink," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.