Asesmen Pascabanjir, Kemenko IPK Siap Bedah Akar Masalah Infrastruktur Bali
📅 Selasa, 16 Sep 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO - Kementerian PU
JAKARTA – Penanganan pascabencana banjir di Bali sangat penting karena menyangkut pemulihan cepat terhadap infrastruktur, sektor pariwisata, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.
Keterlambatan atau lemahnya penanganan dapat menimbulkan kerugian berlapis, mulai dari terhambatnya mobilitas, terganggunya aktivitas ekonomi lokal, hingga menurunnya citra destinasi wisata internasional.
Selain pemulihan fisik, perlu juga strategi mitigasi jangka panjang melalui perbaikan tata ruang, penguatan sistem drainase, serta rehabilitasi lingkungan agar bencana serupa tidak berulang.
Pendekatan ini memastikan Bali tetap tangguh menghadapi risiko iklim sekaligus menjaga keberlanjutan sebagai motor pariwisata nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) melakukan asesmen terkait infrastruktur pascabencana banjir di Bali.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, mungkin kita perlu asesmen terlebih dahulu," ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK Rachmat Kaimuddin di Jakarta, Selasa (16/9).
Menurut dia, penyebab banjir bisa dikarenakan berbagai macam faktor seperti curah hujan yang tinggi, saluran drainase yang perlu dibersihkan, atau infrastruktur tanggul yang perlu ditinggikan.
"Jadi kalau banjir itu bisa macam-macam penyebabnya, tentu penyebabnya kita perlu lihat terlebih dahulu sehingga infrastruktur yang dibangun itu tepat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenko IPK terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait hal tersebut.
"Saya lagi berkoordinasi juga dengan teman-teman di Kementerian PU ya, terutama di Ditjen Sumber Daya Air," kata Rachmat Kaimuddin.
Sebagai informasi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Bali bertujuan untuk mengecek langsung kerja jajarannya, baik dari pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani dampak banjir.
Di area sekitar Pasar Badung, Kota Denpasar, Presiden Prabowo didampingi Seskab Teddy menyusuri area permukiman dan kios-kios yang rusak akibat terjangan banjir.
Presiden Prabowo pun langsung menginstruksikan jajarannya, termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, untuk memperhatikan kondisi warga yang terdampak serta memperbaiki rumah-rumah serta kios-kios mereka yang rusak.
Beberapa area terdampak banjir yang dicek oleh Presiden Prabowo mencakup area Pasar Badung-Kumbasari, kemudian area permukiman di sekitar Pasar Badung, termasuk sempadan Tukad Badung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!