Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Plastik Bergejolak, Bapanas Ambil Langkah Cepat Demi Jaga Stok Beras SPHP

25 Selasa, 28 Apr 2026, 08:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Plastik Bergejolak, Bapanas Ambil Langkah Cepat Demi Jaga Stok Beras SPHP Harga Plastik Bergejolak, Bapanas Ambil Langkah Cepat Demi Jaga Stok Beras SPHP Doc: istimewa
Ket. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan fleksibilitas penggunaan kemasan stok tahun 2023 hingga 2025 untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras 2026. Kebijakan ini menyusul fluktuasi bahan baku plastik yang menghambat proses lelang kemasan Perum Bulog

JAKARTA— Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan fleksibilitas penggunaan kemasan stok tahun 2023 hingga 2025 untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras 2026. Kebijakan ini diambil menyusul fluktuasi bahan baku plastik yang menghambat proses lelang kemasan Perum Bulog.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan agar penyaluran beras SPHP tidak terkendala. “Mencermati kondisi saat ini, terutama terkait kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan, perlu membuka ruang untuk fleksibilitas terhadap penggunaan kemasan lama beras SPHP. Langkah ini penting dilakukan untuk percepatan distribusi,” kata Ketut dalam suratnya ke Direksi Bulog,

Ketut menegaskan, penggunaan kemasan lama diperbolehkan sepanjang informasi pada kemasan sesuai dengan produk di dalamnya. Informasi yang wajib disesuaikan antara lain kelas mutu beras, nama dagang, Harga Eceran Tertinggi (HET), tanggal kedaluwarsa, dan keterangan penting lain.

“Penggunaan kemasan lama beras SPHP sebelum tahun 2026 diperbolehkan sepanjang informasi seperti kelas mutu beras, nama dagang, informasi HET, dan informasi penting lainnya yang diberikan pada kemasan sesuai dengan produk yang terdapat di dalam kemasan tersebut,” ujarnya, Senin (27/4).

Untuk mencegah misinformasi, Bapanas meminta Bulog melakukan penyesuaian dengan menempelkan stiker pembaruan informasi. Stiker wajib tidak mudah lepas, tidak luntur atau rusak, serta diletakkan di bagian kemasan yang mudah dilihat, dibaca, dan ditulis secara tegas dan jelas.

Ketut juga mendorong Bulog melakukan sosialisasi masif ke seluruh pihak terkait rencana pemakaian 12,3 juta lembar kemasan stok 2023–2025 untuk penyaluran SPHP 2026. Bapanas akan turut menyampaikan kebijakan ini ke pemerintah daerah dan Satgas Pangan Polri agar distribusi beras SPHP ke masyarakat makin cepat.

Pemerintah memastikan harga beras SPHP tidak naik. Namun, Bapanas mencatat fluktuasi harga plastik berpotensi mengerek harga beras swasta sekitar Rp300 per kilogram jika terus bergejolak.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyebut SPHP beras sebagai instrumen penyeimbang harga di pasar. “Beras SPHP, itu beras yang untuk penyeimbang kalau ada yang mau menaikkan harga. Harganya kita tidak naikkan, tetap harganya seperti sekarang. (Kualitasnya) ini premium. Jadi sekarang kualitasnya bagus karena pupuknya bagus, tepat waktu, tepat volume, dan airnya bagus,” kata Amran.

Realisasi SPHP 2026 terus meningkat. Pada Maret 2026 tersalur 70,01 ribu ton, sementara hingga 24 April sudah mencapai 78,78 ribu ton atau naik 12,53% dibanding bulan sebelumnya.

Amran memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sangat besar dan kembali mencetak rekor. Hal ini membuat inflasi beras lebih terkendali. Data BPS menunjukkan inflasi beras bulanan 2023 dan 2024 sempat menyentuh 5,61% pada September 2023 dan 5,28% pada Februari 2024. Sepanjang 2025, inflasi tertinggi hanya 1,35% di Juli. Sementara pada 2026, inflasi beras bulanan tertinggi tercatat 0,65% di Maret.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Napoli D...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.