PBB Kecam Aksi Pembantaian di Haiti

Senin, 15 Sep 2025, 02:20 WIB

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada Sabtu (13/9) mengutuk laporan tewasnya sedikitnya 40 orang selama serangan oleh geng bersenjata di sebuah desa nelayan di utara ibu kota Haiti.

Media lokal di Haiti secara luas melaporkan bahwa serangan itu terjadi pada Kamis (11/9) malam di Labodrie, dan serangan ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aksi kekerasan geng yang telah menyebar ke luar ibu kota.

Ket. Foto: Seorang pria berlari saat terjadi ketegangan di Ibu Kota Port-au-Prince, Haiti, pada pertengahan April lalu. — Sumber: AFP/Clarens SIFFROY

"Sekretaris Jenderal prihatin dengan tingkat kekerasan yang mengguncang Haiti dan mendesak otoritas Haiti untuk memastikan para pelaku pelanggaran hak asasi manusia ini dan pelanggaran lainnya diadili," demikian pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Seorang juru bicara Kepolisian Nasional Haiti menolak mengomentari dugaan pembantaian tersebut. Namun media lokal di Haiti melaporkan bahwa geng-geng membakar Labodrie setelah pembunuhan seorang pemimpin geng lokal yang bernama Vladimir. Ia adalah anggota aliansi geng yang dikenal sebagai Viv Ansanm yang dinyatakan Amerika Serikat (AS) sebagai organisasi teroris pada bulan Mei lalu.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan aliansi Viv Ansanm merupakan salah satu penyebab utama ketidakstabilan dan kekerasan di Haiti. Anggotanya telah menguasai sebagian besar wilayah Ibu Kota Port-au-Prince dan menyebar ke wilayah sekitarnya. SB/ST/I-1

  • haiti

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.