Trump Semprot Chevron dan ExxonMobil, Minta Harga BBM untuk Konsumen Diturunkan

Selasa, 04 Agu 2026, 13:34 WIB

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak perusahaan-perusahaan minyak di negaranya untuk segera menurunkan harga jual bahan bakar kepada konsumen secepatnya.

"Kebijakan itu juga berlaku bagi perusahaan minyak lainnya ... dan turunkan harga minyak bagi konsumen (ritel) sekarang juga!" tulis Trump di platform Truth Social pada Senin (3/8).

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. — Sumber: Antara

Trump kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai besarnya keuntungan yang diperoleh sejumlah perusahaan minyak besar.

"Mereka menghasilkan terlalu banyak uang. Saya tidak menyukainya ... Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil, terlalu banyak uang," kata Trump kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang memperoleh keuntungan hingga 12 kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya harus mengembalikan sebagian pendapatan tersebut kepada masyarakat.

Seruan Trump disampaikan ketika ketegangan antara AS dan Iran masih memengaruhi pasar energi dunia.

Pada akhir Juni, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memperingatkan para pengecer bahan bakar di negara itu bahwa mereka dapat dimintai pertanggungjawaban apabila menaikkan harga secara berlebihan.

Pada 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun pada 8 Juli, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, militer AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

Sehari kemudian, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz sekaligus kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.