Pasukan Keamanan Haiti Gelar Operasi Anti-geng

Senin, 19 Jan 2026, 02:20 WIB

PORT-AU-PRINCE – Pasukan keamanan Haiti sedang melakukan operasi skala besar di daerah-daerah yang dikuasai geng, dengan serangan yang menargetkan rumah seorang gembong geng kriminal utama, demikian disampaikan Kepolisian Nasional Haiti kepada AFP pada Sabtu (17/1).

Serangan drone di Ibu Kota Port-au-Prince menargetkan salah satu rumah Jimmy "Barbecue" Cherizier yang dikenal sebagai pemimpin koalisi geng kriminal Viv Ansanm, kata petugas komunikasi kepolisian nasional.

Ket. Foto: Seorang warga Haiti menyeberangi jalanan di pusat Ibu Kota Port-au-Prince yang terhalang oleh mobil-mobil yang dibakar oleh anggota geng bersenjata pada Jumat (16/1). Pada Sabtu (17/1) pasukan keamanan Haiti melakukan operasi skala besar yang menargetkan rumah seorang gembong geng kriminal utama. — Sumber: AFP/Clarens SIFFROY

"Operasi yang ditargetkan memungkinkan kami untuk menghancurkan rumahnya dan meminimalkan kemungkinan kelompoknya kembali ke daerah tersebut," kata Frantz Lerebours.

Haiti, negara termiskin di Amerika, belum mengadakan pemilihan umum selama sembilan tahun, dan dilanda ketidakstabilan politik serta kekerasan geng yang merajalela. Menurut perkiraan PBB, geng-geng yang sering melakukan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan penculikan, mengendalikan sekitar 90 persen wilayah Port-au-Prince.

Kepolisian Haiti melakukan operasi harian di pusat Port-au-Prince dengan dukungan dari pasukan keamanan anti-geng internasional dan sebuah perusahaan keamanan swasta. Polisi Haiti mengatakan mereka berharap untuk merebut kembali kendali atas ibu kota dalam jangka pendek berkat serangkaian operasi intensif yang dilakukan sejak akhir Desember.

"Kami sedang berupaya memulihkan ketertiban umum. Kami melakukan patroli keamanan di daerah-daerah ini. Hal ini tidak mungkin dilakukan selama beberapa tahun terakhir," kata Lerebours

Situasi keamanan di Haiti memburuk sejak awal tahun 2024, ketika perdana menteri saat itu, Ariel Henry, dipaksa mundur dari kekuasaan oleh kelompok-kelompok kriminal bersenjata.

Menurut laporan terbaru UNICEF, sekitar 1,4 juta orang telah mengungsi di dalam negeri akibat kekerasan di ibu kota, yang mewakili lebih dari 10 persen populasi.

Haiti saat ini diperintah oleh pemerintahan transisi, yang telah mengumumkan bahwa pemilihan legislatif dan presiden akan diadakan pada musim panas tahun ini. SB/AFP/I-1

  • haiti

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.