PT Pertamina Hulu Indonesia Catat Produksi Migas di Atas Target

Selasa, 04 Agu 2026, 13:36 WIB

PENAJAM PASER UTARA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), yang mengelola aset hulu migas di Kalimantan, mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) di atas target sepanjang semester I 2026.

"Perusahaan berkomitmen mendukungketersediaan dan ketahanan energi Indonesia," ujar Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima ANTARA di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (04/8).

Ket. Foto: Fasilitas kilang migas di Kalimantan. — Sumber: ANTARA

Pencapaian kinerja positif tercatat produksi minyak 59,3 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), yang masing-masing setara dengan 116,1 persen dan 105,4 persen dari target 2026.

Capaian tersebut diperoleh PHI melalui anak perusahaan yang mengelola operasi hulu migas di wilayah Kalimantan, yang berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian penting dari proyek utama di lingkungan perusahaan.

Antara lain, penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) pada awal Februari 2026, yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.

Kemudian, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyelesaikan proyek Lapangan Manpatu pada akhir Mei 2026, serta beroperasinya fasiltas (onstream platform) migas keempat proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026, dan keberhasilan PEP Sangasanga Field dalam pengeboran sumur pengembangan NKL-1183.

"PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga mencatatkan hasil positif melalui dua sumur di Lapangan Sejadi," jelasnya.

"Perusahaan terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemulihan (recovery rate) dari lapangan migas Regional-3 Kalimantan yang sudah berproduksi selama puluhan tahun (mature)," tambahnya.

PHI mengelola operasi dan bisnis hulu migas Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona-8, Zona-9 dan Zona-10, juga mampu menjaga kinerja keselamatan yang baik, yakni 73,1 juta jam kerja selamat, nihil number of accident (NoA), serta 0,03 total recordable incident rate (TRIR).

Melalui anak perusahaan yang bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PHI juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang inovatif.

"Program TJSL itu di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, Infrastruktur, dan tanggap bencana," sebut Muharram Jaya Pangurinseng.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.