Kerusuhan Nepal Sebabkan Kerugian Infrastruktur Sebesar Puluhan Triliun Rupiah
📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 19:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: United Nations Human Right
KATHMANDU - Kerusuhan massal yang melanda Nepal menimbulkan kerusakan besar terhadap infrastruktur negara. Nilai kerugian yang dialami oleh Nepal diperkirakan lebih dari $1,4 miliar (Rp22,9 triliun), dilansir dari TASS, Sabtu (13/9).
Angka tersebut diumumkan oleh Kementerian Pembangunan Perkotaan Nepal. Mereka menyebut sebagian besar bangunan pemerintahan tidak dapat diperbaiki dan tidak bisa digunakan kembali seperti setelah gempa bumi.
Pembangunan kembali diperkirakan menelan biaya lebih dari 200 miliar rupee (Rp37,1 triliun). Kerusakan serius melanda sejumlah situs penting, termasuk kompleks Singha Durbar yang menjadi pusat pemerintahan Nepal dan menampung berbagai kementerian.
Gedung Parlemen, Mahkamah Agung, serta kantor Kejaksaan Agung juga ikut terdampak. Selain kehilangan bangunan, dokumen bersejarah dan catatan penting yang tak ternilai juga musnah terbakar.
Aksi protes yang awalnya menentang korupsi dan larangan media sosial berubah menjadi kerusuhan besar di Kathmandu dan kota-kota lain. Demonstran membakar gedung-gedung pemerintah, menyerang rumah para politisi dan pejabat, serta merusak berbagai fasilitas publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerusuhan juga meluas hingga ke perbatasan Nepal-India, memaksa penutupan pos-pos pemeriksaan. Situasi politik semakin memanas setelah Perdana Menteri Sharma Oli mengundurkan diri.
Menurut Kementerian Kesehatan Nepal, sedikitnya 34 orang tewas dalam kerusuhan, sementara lebih dari 1.300 lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah kemudian memberlakukan jam malam di seluruh negeri untuk mengendalikan situasi.
Larangan media sosial dicabut pada Selasa (9/9) pakan lalu, sehari sebelum tentara Nepal mengumumkan persiapan mengadakan dialog dengan para demonstran. Dialog ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengakhiri krisis politik yang kini mengguncang Nepal. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!