Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah dan Rusaknya Landscape Dinilai Picu Banjir di Bali

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah dan Rusaknya Landscape Dinilai Picu Banjir di Bali Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
Ket. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) berdialog dengan warga saat meninjau posko pengungsian bencana banjir di kawasan Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Kamis (11/9).

Banjir besar melanda tujuh kabupaten/kota di Provinsi Bali mengakibatkan 14 orang meninggal dan 2 orang hilang. Sampah dan terganggunya landscape dinilai menjadi penyebab banjir.

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq akan meninjau kondisi banjir di Bali, sebagai bagian dari pendalaman faktor penyebab banjir yang melanda tujuh kabupaten/kota di provinsi itu yang menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan dua orang hilang.

“Besok pagi saya ke Bali untuk meninjau langsung, tadi saya sudah teleponan dengan Pak Gubernur (Bali),” kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif ditemui usai pengukuhan kader Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Utara, Kamis (11/9).

Dia menyoroti secara khusus banjir yang terjadi di wilayah Denpasar terdapat indikasi awal disebabkan oleh tersumbatnya drainase ketika terjadi curah hujan ekstrem yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Upaya pengelolaan sampah tengah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota. Namun, dia mengakui penyelesaian sampah yang sudah tertumpuk lama dan timbulan sampah baru membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk mempertahankan keasrian daerah lereng, wilayah persawahan, dan daerah tangkap air agar tidak dikonversi menjadi hotel, kafe atau jenis bangunan lain untuk mengakomodasi wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.

“Tidak boleh kita gegabah. Jadi landscape yang ada jangan diganggu keberadaan hotel-hotel, cottage, rumah-rumah,” tuturnya. “Setiap landscape terganggu, alam itu akan mengkalibrasinya dengan seperti ini,” ujar Hanif.

Dia memastikan tim KLH sudah berada di Bali untuk membantu dalam kajian faktor penyebab banjir selain cuaca ekstrem. Termasuk mendalami indikasi faktor sampah dan alih fungsi lahan.

Pada Rabu (10/9) dini hari bencana banjir terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Badung, Jembrana, Gianyar, Tabanan, dan Karangasem.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 14 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian setelah terjadi banjir di wilayah Bali.

Data terbaru memperlihatkan delapan korban meninggal dunia di Denpasar, dua orang diKabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar, dan satu orang di Kabupaten Badung. Sementara dua korban hilang berasal dari Denpasar. Bali saat ini berstatus tanggap darurat banjir selama satu minggu sejak ditetapkan pada Rabu.

Tata Ruang

Aktris Happy Salma mengharapkan semua pihak menerapkan keseimbangan tata ruang di Bali sebagai refleksi dari banjir besar yang melanda enam kabupaten/kota di Pulau Dewata pada Rabu (10/9). “Alam mengingatkan kita semua bahwa pada akhirnya keseimbangan dan izin (bangunan) itu barus diperketat lagi,” kata Happy Salma di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis.

Peraih Piala Citra untuk pemeran pendukung wanita terbaik tahun 2010 itu menyoroti saat ini banyak bangunan yang tidak mengindahkan aspek lingkungan, misalnya dibangun di dekat aliran sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.