Ancaman Siber Mengintai, Pemerintah Pastikan Ruang Belajar Digital Tetap Nyaman

Kamis, 11 Sep 2025, 16:56 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan komitmennya menjaga ruang belajar digital tetap aman dari ancaman siber. Lewat program Literasi Digital Nasional dan Digital Talent Scholarship, ekosistem pendidikan diharapkan berkembang lebih modern, beretika, dan melindungi data pribadi seluruh pengguna.

"Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,"kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membuat foto produk untuk kemudian diunggah di media sosial di Galeri Batik Blimbing, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/9). — Sumber: ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Selain menjaga keamanan siber, Kemkomdigi juga mendukung pertumbuhan ruang belajar digital dengan program seperti Gerakan Literasi Digital Nasional (GLDN) yang mampu membekali masyarakat mengenai dasar-dasar penting saat memanfaatkan ruang digital.

Literasi digital ini mengenalkan empat pilar yang terdiri dari Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital.

"Melalui program Literasi Digital Nasional, kami membekali masyarakat dengan empat pilar CABE: cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital,"kata Bonifasius.

Selain program GLDN, Kemkomdigi juga menghadirkan program lainnya yang merupakan program lanjutan untuk membentuk talenta digital di Indonesia seperti Digital Talent Scholarship (DTS).

Program ini termasuk penting dalam transformasi digital nasional karena mendukung integtrasi teknologi digital dalam kurikulum pendidikan dan menjadi salah satu wadah nyata ruang belajar digital.

Membahas peran teknologi dalam pendidikan di Indonesia, secara terpisah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto mengatakan bahwa tenaga pengajar memiliki peranan penting agar dapat membuat ruang belajar digital dapat bekerja secara optimal.

“Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa hanya sebatas menyediakan perangkat. Guru perlu didukung pelatihan, konten, dan portal pendidikan yang aman, sehingga mereka bisa mengajar dengan percaya diri,” katanya.

Maka dari itu, Gogot menyatakan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut dalam program prioritas terkait dengan literasi, numerasi, dan sains teknologi di 2025.

Dengan demikian diharapkan dapat tercipta ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya modern tapi juga aman dan beretika untuk semua masyarakat Indonesia.

  • ancaman siber
  • ruang belajar digital
  • kemkomdigi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.