Kontroversi Team Orders McLaren Bukan Sekadar Soal Keadilan
Rabu, 10 Sep 2025, 09:23 WIBMONZA, ITALIA â Bos tim McLaren, Andrea Stella, menegaskan kontroversi terkait team orders pada Grand Prix Italia, Minggu (8/9), bukan hanya soal keadilan, melainkan juga konsistensi terhadap nilai balap yang dipegang McLaren.
Dalam balapan di Sirkuit Monza, McLaren yang kini berstatus juara bertahan Formula 1 dan memimpin klasemen dengan dominasi besar, meminta Oscar Piastri untuk mengembalikan posisi kedua kepada rekan setimnya, Lando Norris. Keputusan itu diambil setelah Norris kehilangan waktu akibat pitstop yang lambat, meski bukan karena kesalahannya.
Instruksi tersebut diterima oleh kedua pembalap. Dampaknya, keunggulan Piastri di klasemen hanya terpangkas menjadi 31 poin dari sebelumnya 34. Praktis, hanya Piastri dan Norris yang masih realistis dalam perebutan gelar, mengingat jarak mereka yang jauh dari para rival lain.
âSituasi pitstop ini bukan hanya soal keadilan, tetapi juga soal konsistensi dengan prinsip kami,â ujar Stella.
âBagaimanapun jalannya kejuaraan, yang terpenting adalah semuanya berlangsung sesuai dengan prinsip dan nilai balap yang jelas kami junjung.â
Piastri sempat menyebut pitstop lambat yang diduga akibat masalah wheelgun pada ban depan kiri sebagai bagian dari balapan. Namun, ia tetap mengikuti instruksi tim dan menyerahkan kembali posisi kepada Norris.
Menurut Stella, strategi pitstop diputuskan untuk melindungi posisi Piastri dari ancaman Charles Leclerc (Ferrari) di urutan keempat. McLaren juga menunda pitstop Norris hingga momen terakhir untuk berjaga-jaga bila safety car masuk lintasan.
âKami mengejar kepentingan tim. Tujuannya jelas: situasi ini tidak boleh berujung pada pertukaran posisi yang permanen,â kata Stella, yang pernah bekerja di Ferrari pada era Michael Schumacher, ketika team orders kerap terjadi untuk menguntungkan sang juara dunia asal Jerman.
âKami rasa keputusan mengembalikan situasi seperti sebelum pitstop, lalu membiarkan mereka balapan, adalah langkah yang sesuai dengan prinsip kami.â
Pada akhirnya, Piastri gagal mendekati Norris untuk merebut kembali posisi kedua. Duo McLaren itu pun finis di posisi dua dan tiga, di belakang Max Verstappen (Red Bull) yang kini tertinggal 94 poin dari Piastri dalam perebutan gelar juara dunia.
Piastri menegaskan pentingnya menjaga semangat tim, termasuk mendukung kru pitstop, demi peluang sukses jangka panjang. Norris pun sependapat. âTim adalah nomor satu, lalu pembalap berada di posisi kedua. Begitulah cara kerjanya,â ujar Norris.
âBiasanya, jika sebuah tim tidak cukup menghargai kesempatan yang diberikan tim, kesuksesan mereka tidak akan bertahan lama. Kami ingin tetap berada di posisi ini untuk waktu yang lama. Tanpa tim, kami hanya akan berjuang untuk posisi ke-10, dan tak seorang pun menginginkan itu. Semangat dan moral tim adalah prioritas, sementara kami sebagai pembalap berada di bawahnya.â
Berita Terkait:
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
Perbaikan Atap di Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Telah Selesai
-
PBB akan Melakukan Pemungutan Suara Soal Resolusi Selat Hormuz
-
Van Dijk Minta Maaf Usai Liverpool Dibantai Manchester City
-
Keberangkatan PPIH di Bandara Soetta
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.