Menkeu Ajak Jajarannya Kelola Setiap Rupiah untuk Kepentingan Rakyat
Rabu, 10 Sep 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serah terima jabatan dengan pendahulunya berjanji mengedepankan integritas dalam mengelola uang rakyat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
âSebagai institusi yang mengelola keuangan negara, kita harus selalu menjaga integritas dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Setiap rupiah yang dikelola adalah uang rakyat dan kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan uang tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat,â kata Purbaya.
Peran Kementerian Keuangan katanya dalam merancang kebijakan fiskal sangat krusial untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dalam RAPBN 2026, misalnya, didesain untuk disiplin menjaga kesinambungan kebijakan fiskal sekaligus berpihak pada rakyat.
Fokus utama RAPBN 2026 diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan layanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi kaum-kaum rentan.
Dengan RAPBN ini, pemerintah berupaya memastikan belanja negara lebih efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Pada saat yang sama, prinsip kehati-hatian harus dijaga agar APBN tetap sehat, bisa diandalkan, dan mampu menopang agenda pembangunan nasional. Kementerian Keuangan juga tambahnya harus tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat. Integritas kata Purbaya tidak bisa ditawar dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
âOleh karena itu, kita harus menjaga setiap tindakan, agar selalu berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,â kata Menkeu.
Purbaya yang baru melepas jabatan sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjaga pengabdian, bekerja dengan integritas, dan memperkuat rasa kebersamaan.
âKita adalah penjaga keuangan negara dan keberhasilan kita akan menentukan kepercayaan rakyat pada negara,â pungkasnya.
Sementara itu, Mantan Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menko Perekonomian, Burhanuddin Abdullah usai berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengatakan reshuffle di Kementerian Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa memang sudah saatnya untuk dilakukan. Hal itu perlu bagi Pemerintah untuk menjaga kesinambungan kebijakan agar roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.
âTapi soal kebijakan baru, tidak ada yang spesifik. Penekanannya lebih pada pelaksanaan,â kata Burhanuddin.
Sementara itu, Ekonom Indef, Ariyo Irhamna menyatakan kalau pelaku pasar butuh waktu untuk menilai arah kebijakan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ariyo memperkirakan ada dua kebijakan yang akan diambil Menkeu Purbaya, di antaranya menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi 75-80 juta rupiah per tahun demi ruang konsumsi masyarakat menengah ke bawah semakin meluas.
Selain itu, Menkeu bisa saja menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 10 persen, dengan 1 persen ditanggung oleh pemerintah (PPN DTP). âDengan langkah itu, daya beli rumah tangga tetap terjaga tanpa secara drastis mengurangi penerimaan negara,â kata Ariyo.
Dalam jangka pendek, Menkeu katanya harus fokus terhadap pemulihan pertumbuhan ekonomi, sembari menjaga stabilitas fiskal dan sosial.
âPergantian ini menjadi langkah konsisten untuk memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat,â kata Ariyo.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KPPU Diminta Kawal Kopdes Merah Putih agar Tak Terjebak Monopoli
-
Lebaran Betawi 2025 di Monas: Ribuan Warga Padati Perayaan Budaya
-
Whoosh Bikin Pusing! Menkeu Tolak Bayar Utang KCIC Pakai APBN, Adian Napitupulu Bongkar Dugaan Pembengkakan Biaya Fantastis!
-
Pelan-pelan Pak Menkeu! Purbaya Siap Sikat Habis 28.000 Kontainer Impor 'Siluman', Nasib Industri Lokal Dipertaruhkan!
-
Kronologi Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan, Dicegah ke Luar Negeri Karena Utang BLBI, Berakhir Dicabut
-
Akses Baru ke Stasiun Tanjung Barat Mulai Diuji Coba KAI Daop 1 Jakarta
-
Ekonomi NTT Tumbuh 5,44% di Triwulan II-2025, Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.