Kemendag Klaim Perdagangan Indonesia-Chile Melonjak Berkat CEPA

Selasa, 09 Sep 2025, 01:30 WIB

Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyampaikan perdagangan antara Indonesia dan Chile terus meningkat sejak Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA) diberlakukan.

Dalam Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta, Senin (9/8), Roro mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Chile terus meningkat, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Peningkatan ini terlihat dari bertambahnya nilai ekspor kedua negara setelah adanya kerja sama.

Ket. Foto: Wamendag Dyah Roro Esti menghadiri Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta, Senin (8/9). — Sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh

"Implementasi Indonesia-Chile CEPA telah membawa manfaat nyata, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan rata-rata perdagangan bilateral tahunan dari sekitar 304 juta dollar AS sebelum perjanjian, menjadi 446 juta dollar AS pada periode pasca-implementasi," ujar Roro.

Seperti dikutip dari Antara, implementasi IC CEPA sendiri dilaksanakan pada 2019. Namun awal tahun ini, Indonesia telah meratifikasi Protokol Perdagangan dan Jasa di bawah IC-CEPA.

Menurutnya, hal ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua negara untuk memperluas kerja sama di luar barang dan jasa, sebagai pilar penting kerja sama ekonomi.

Protokol ini membuka peluang dan sektor yang lebih luas seperti arsitektur, teknik, konstruksi, telekomunikasi, distribusi, pariwisata, konektivitas, energi, mineral dan pertumbuhan berkelanjutan

"Indonesia sangat terbuka untuk melihat bagaimana kita dapat berkolaborasi lebih lanjut. Hal ini juga mempertimbangkan tujuan kami untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua," kata Roro.S

Peluang Baru

Sementara itu, ProChile atau badan promosi ekspor Chile menyampaikan pertemuan antara para penyusun kebijakan dan pemimpin perdagangan kedua negara in bertujuan untuk memperdalam kerja sama bilateral, mengeksplorasi potensi kolaborasi baru, serta menegaskan peran kepercayaan, kualitas dan inovasi dalam diplomasi ekonomi.

General Director ProChile Ignacio Fernández mengatakan memperkuat perdagangan dengan negara-negara Asean, khususnya dengan Indonesia, merupakan prioritas utama, mendiversifikasi pasar ekspor, terutama untuk produk pangan yang sehat, aman, dan diproduksi secara berkelanjutan, wine berkualitas tinggi, hingga meluas ke sektor jasa, teknologi, dan seni.

"Saat ini, negara-negara ASEAN menerima kurang dari 2 persen dari total ekspor kami. Untuk Indonesia, nilai ekspor kami mencapai sekitar 1,8 miliar dollar AS pada tahun 2024. Kami yakin hubungan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang," terang Ignacio.

Total nilai perdagangan Indonesia-Chile periode Januari-Maret 2025 sebesar 120,2 juta dollar AS, meningkat 8,67 persen dari periode yang sama tahun 2024 sebesar 110,5 juta dollar AS.

Sementara pada 2024, total nilai perdagangan Indonesia-Chile tercatat sebesar 471,9 juta dollar AS dengan nilai ekspor Indonesia ke Chile sebesar 337,6 juta dollar AS dan impor sebesar 135,5 juta dollar AS. Dengan demikian, Indonesia surplus neraca perdagangan terhadap Chile sebesar 201,9 juta dollar AS.

Produk utama Indonesia yang diekspor ke Chile, antara lain, kendaraan bermotor lainnya, alas kaki, serta kertas dan kertas karton yang tidak dilapisi. Sedangkan produk yang diimpor Indonesia dari Chile, antara lain, tembaga murni dan paduan tembaga tidak ditempa, bubur kayu, ikan beku, kayu yang digergaji, dan pati Inulin.

Pemerintah Chile membuka peluang impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan IC CEPA.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile Claudia Sanhueza mengatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain lantaran memiliki kemitraan ekonomi, sehingga produk tersebut dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor atau nol persen.

"Jadi yang penting produk tersebut bisa kompetitif di pasar Chile. Saya berharap mereka (industri mobil) bisa mengekspor mobil, Chile terbuka dalam hal itu," ujar Claudia dalam Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta.

Claudia menjelaskan Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.