Indonesia Segera Respon Penerapan Tarif Baru Amerika Serikat

Kamis, 03 Apr 2025, 10:00 WIB

JAKARTA-Pemerintah Indonesia akan merespon penerapan tarif perdagangan baru oleh Amerika Serikat terhadap para Mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Hal itu terungkap dari undangan resmi yang dibagikan Humas Kementerian Perekonomian, di Jakarta, Kamis (3/4). Konferensi pers akan digelar secara virtual.

Ket. Foto: Aktivitas ekspor impor di pelabuhan — Sumber: istimewa

"Diharapkan rekan-rekan media massa untuk dapat standby untuk Press Conference yang tentatif akan dilaksanakan pada Kamis, 3 April 2025 Pukul 10.45 WIB,"bunyi undangan tersebut.

Sejumlah Menteri bidang Ekonomi dijadwal akan hadir dalam konferensi pers tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Luar Negeri Sugono, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Tarif Baru

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (2/4) mengumumkan kombinasi tarif universal dan timbal balik yang akan diterapkan terhadap berbagai negara di seluruh dunia.

Trump menyatakan bahwa tarif dasar sebesar 10 persen akan dikenakan pada semua negara, sementara tarif tambahan "timbal balik" akan diberlakukan terhadap mitra dagang tertentu, termasuk China, Uni Eropa, India, Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam.

Untuk Jepang, tarif timbal balik ditetapkan sebesar 24 persen. Vietnam akan menghadapi tarif sebesar 46 persen, Thailand 36 persen, China 34 persen, dan Korea Selatan 25 persen.

Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, tarif universal akan mulai berlaku pada Sabtu (5/4), sementara tarif timbal balik -- yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS -- akan diberlakukan mulai Rabu, 9 April 2025.

Trump mengatakan bahwa tarif timbal balik itu akan berkisar setengah dari bea masuk yang dikenakan oleh mitra dagang tersebut terhadap produk AS, termasuk dari negara-negara sekutu maupun rival, dengan tujuan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Para ekonom arus utama memperingatkan bahwa serangkaian tarif baru itu berpotensi memicu perang dagang dan mengganggu stabilitas ekonomi global.

Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai "Hari Pembebasan" bagi negaranya. Ia dan para pejabat administrasinya berpendapat bahwa Amerika Serikat telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump pertama kali mengusulkan tarif "universal" hingga 20 persen pada semua barang yang masuk ke Amerika Serikat saat kampanye. Kemudian, ia mulai menegaskan bahwa ia akan menerapkan tarif "timbal balik" untuk menyamakan bea masuk yang dikenakan negara lain terhadap barang-barang AS.

Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut lebih dari dua bulan lalu, Trump telah memberlakukan berbagai jenis tarif baru.

Di antaranya adalah tarif tambahan 25 persen untuk mobil yang diproduksi di luar Amerika Serikat, yang akan berlaku mulai Kamis, serta tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium.

Pemerintahan Trump juga telah mengenakan bea tambahan sebesar 20 persen terhadap barang-barang asal China.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.