Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ganti Nama Departemen Pertahanan AS Jadi Departemen Perang

📅 Senin, 08 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Ganti Nama Departemen Pertahanan AS Jadi Departemen Perang Doc: Mandel NGAN/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengganti nama Departemen Pertahanan Negara dari Pentagon menjadi Departemen Perang. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pergantian nama tersebut disebut-sebut sejalan dengan etos prajurit.

Trump dikabarkan akan segera menandatangani pergantian nama instansi tersebut yang diperkirakan akan menelan biaya ratusan juta dollar AS dan disebut sebagai organisasi terbesar pemerintah.

Trump juga akan memerintahkan Hegseth untuk merekomendasikan tindakan legislatif dan eksekutif yang diperlukan untuk membuat perubahan nama tersebut menjadi permanen.

Sebagai informasi, hingga tahun 1949, departemen pertahanan AS disebut sebagai departemen perang. Namun, menurut para sejarawan, nama tersebut diubah sebagai sinyal bahwa di era nuklir, AS berfokus untuk mencegah perang.

Sejak menjabat pada bulan Januari, Trump memang telah mengganti nama sejumlah tempat dan institusi, termasuk Teluk Meksiko, dan mengembalikan nama asli pangkalan militer yang diubah setelah protes keadilan rasial.

Perubahan nama departemen jarang terjadi dan membutuhkan persetujuan kongres, namun rekan-rekan Trump dari Partai Republik memegang mayoritas tipis di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Apalagi para pemimpin kongres partai hanya sedikit yang menunjukkan sikap menentang atas inisiatif Trump.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, pernyataan Trump tersebut tidak aneh mengingat Russia, Tiongkok, dan Korea Utara selama ini memang menunjukkan sikap politik global yang berlawanan dengan AS dan sekutu barat.

“Secara psikologi politik memang ketiganya adalah musuh Amerika dan negara-negara barat karena selama ini memang menunjukkan sikap politik yang berseberangan. Itu semakin nyata tampak dalam perang Ukraina di mana Korut terang-terangan mengirim pasukan untuk berperang membantu Russia di tanah asing,” kata Surokim.

Tiongkok juga demikian, yang selama ini sering mengadopsi teknologi militer Russia tidak pernah terlihat mengecam invasi ke Ukraina dan justru makin mesra hubungannya dengan Putin. Apalagi Tiongkok dan Russia bersama Iran yang menjadi musuh AS menjadi inisiatif BRICS untuk menentang dominasi ekonomi AS dan sekutu.

“Lebih dari itu, seharusnya klaim Trump itu didasari informasi intelejen bahwa memang ada rencana konspirasi yang lebih jauh, bukan sebatas insting politik yang memang semua orang juga sudah bisa menduganya,” kata Surokim.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan penggantian nama kementerian di AS menunjukan agresivitas dan hegemoni negara adi daya itu dalam mempengaruhi ekonomi maupun politik global.

Selain itu, AS menunjukkan bahwa mereka tidak gentar dengan manuver negara- negara lain termasuk yang direpresentasikan pertemuan pemimpin dunia di Tiongkok. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Olahraga
FIFA Asean Cup Tanpa Semifi...
Daerah
Tokoh Sunda Perantauan Bers...
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.