Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltim Benahi Infrastruktur Wujudkan Geopark di Merabu Berau

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 19:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Benahi Infrastruktur Wujudkan Geopark di Merabu Berau Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Provinsi Kaltim Rudy Masud memberikan sambutan saat kegiatan deklarasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat, di kampung Marabu, Kabupaten Berau.

BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera membenahi infrastruktur berupa pembangunan jalan dan jembatan menuju Kampung Merabu di Kabupaten Berau, dalam upaya mendukung kampanye kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi "geopark" atau taman bumi.

Gubernur Kaltim, Rudy Masud, di Kabupaten Berau, Minggu (07/9), mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata yang rencananya berkunjung ke Kampung Merabu.

"Saya tidak bisa bayangkan kalau Menteri Pariwisata datang ke sini, tidak ada jalannya, oleh sebab itu saya minta Pak Kadis PUPR jalan dan jembatan untuk segera diperbaiki," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud usai menandatangani Deklarasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat, kawasan karst yang berada di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.

Rudy mengatakan pengembangan pariwisata memerlukan akses infrastruktur jalan yang bagus, oleh sebab itu pemerintah harus segera mencarikan solusi.

"Nanti saya akan ke sini lagi untuk memastikan jalan ke Kampung Merabu sudah bagus," janjinya.

Diketahui kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat saat ini sedang diusulkan menjadi Aspiring Geopark (Taman Bumi) Sangkulirang Mangkalihat.

Kawasan karst ini memiliki keragaman dan nilai warisan bumi yang tinggi tersebar di setiap ekosistemnya. Keragaman ini akan menjadi modal untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan ilmuwan dibandingkan geopark-geopark lainnya.

“Kami sangat mendukung Geopark Sangkulirang Mangkalihat. Terutama untuk pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata,” kata Gubernur Kaltim.

Geopark Sangkulirang Mangkalihat dengan beragam keanekaragaman warisan geologi dan destinasinya, menurut Gubernur, bukan lagi hanya menjadi pariwisata bertaraf regional dan nasional, tapi internasional.

Antara lain Gua Beloyot yang menyimpan beragam artefak berusia sekitar 4.000 tahun. Ada pula Danau Nyadeng, Puncak Ketepu dan masih banyak lagi yang lainnya.

Gubernur meminta organisasi perangkat daerah terkait agar berkolaborasi untuk membantu pengembangan Kampung Merabu.

Misal Dinas Pariwisata bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Termasuk kerja sama dengan kabupaten dan kota lain.

"Saya minta Dinas Pariwisata, supaya kapal ketinting bisa dikirim ke Danau Nyadeng," kata Gubernur.

Ia juga minta Dinas Kominfo untuk melakukan penanganan sinyal telekomunikasi yang lemah di kawasan itu bekerja sama dengan para provider.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.