Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulsel Ubah Cara Budidaya Rumput Laut Demi Lautan yang Lebih Bersih

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 11:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulsel Ubah Cara Budidaya Rumput Laut Demi Lautan yang Lebih Bersih Doc: Antara Foto
Ket. Pemprov sulsel menukar pelampung botol plastik petani di Luwu Raya dengan buoy sebagai bentuk kampanye ekonomi hijau.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengganti pelampung botol plastik dengan buoy sebagai kampanye budidaya rumput laut yang ramah lingkungan di daerah itu. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas di Makassar, Jumat, mengatakan setiap petani rumput laut diminta untuk menukarkan 500 botol plastik dengan 250 buoy khusus rumput laut dan ditargetkan akan terkumpul sebanyak 1 juta botol plastik.

Botol tersebut selanjutnya dijual kepada pengumpul barang bekas dan hasil penjualannya tetap diberikan kepada mereka sebagai hasil jerih payah, di samping bantuan 250 pelampung baru yang disalurkan pemerintah.

Bantuan ini untuk mengampanyekan budidaya ramah lingkungan dengan mengganti botol plastik bekas yang selama ini digunakan petani sebagai pelampung, dengan buoy khusus rumput laut yang bisa bertahan beberapa siklus dan dapat didaur ulang setelah bocor.

Pengumpulan botol plastik kemasan minuman ini dilakukan karena selama ini para petani rumput laut di pesisir Sulawesi Selatan (Sulsel) menggunakannya sebagai pelampung.

Dengan adanya program ini, kebiasaan tersebut diubah menjadi penggunaan pelampung ramah lingkungan yang lebih tahan lama.

Kepala Bidang Budidaya dan Daya Saing Produk DKP Sulsel, Suhartono mengatakan, pihaknya juga menyerahkan bantuan bibit rumput laut dan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap pertama, difokuskan di wilayah Luwu Raya. "Untuk wilayah Luwu Raya kita fokuskan untuk penyaluran tahap pertama ini," katanya.

Suhartono menjelaskan, tahap awal distribusi di Luwu Raya menargetkan lebih dari 471 petani yang tergabung dalam 41 kelompok, dengan jumlah bibit mencapai 141,3 ton dan pelampung lebih dari 117,75 ribu unit.

Program ini disambut hangat oleh petani rumput laut. Elvi Nanda Bestari dari Kelompok Sipatuo, Kabupaten Luwu Utara, mengaku terbantu dengan adanya bantuan ini.

“Masya Allah sekali, kami petani sangat terbantu. Bisa memperbanyak produksi pembibitan dan memperbaiki ekonomi masyarakat. Terima kasih Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,” ungkap Elvi.

Hal serupa disampaikan Risaldi dari Kelompok Passampa Katonik, Kabupaten Luwu.

“Kita sangat terbantu dengan adanya program bantuan bibit rumput laut dan pelampung yang ramah lingkungan dari Pemprov Sulsel. Semoga terus berlanjut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Daerah
CFD Pontianak Kembali Digel...

Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan

45 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Morowali Memanas! 75 TKA Di...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.